TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Lapangan SMAN 4 Tangerang Selatan (Tangsel) yang tergenang air selama sekitar empat bulan, kini berbau dan berlumut.
"Sudah bau, sudah berwarna kehijauan kayak cincau. Berlumut lah. Itu bener-bener nggak nyaman, enggak enak banget dilihatnya, dirasainnya," ujar Humas SMAN 4 Tangsel Siti Rukiyah (57) saat ditemui Kompas.com, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Boleh Dibilang Lumpuh… 4 Bulan Lapangan Sekolah Ini Tak Pernah Kering
Air menggenangi lapangan sekolah sejak Desember 2025, tepatnya pada saat puncak musim hujan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, usai hujan turun, genangan di lapangan langsung surut sekitar 15 menit setelahnya.
Namun, kini air lama mengendap dan menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=lapangan sekolah banjir, lapangan sekolah di tangsel, genangan lapangan sekolah&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wNC8wMi8xNzA4MzE3MS9rYXlhay1jaW5jYXUtbGFwYW5nYW4tc21hbi00LXRhbmdzZWwteWFuZy10ZXJlbmRhbS1haXItYmVybHVtdXQtZGFuLWJhdQ==&q="Kayak Cincau", Lapangan SMAN 4 Tangsel yang Terendam Air Berlumut dan Bau§ion=Megapolitan'
var xhr = new XMLHttpRequest();
xhr.addEventListener("readystatechange", function() {
if (this.readyState == 4 && this.status == 200) {
if (this.responseText != '') {
const response = JSON.parse(this.responseText);
if (response.url && response.judul && response.thumbnail) {
const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`;
document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString;
} else {
document.querySelector(".kompasidRec").remove();
}
} else {
document.querySelector(".kompasidRec").remove();
}
}
});
xhr.open("GET", endpoint);
xhr.send();
"Sudah gitu kan ngeri juga, termasuknya jentik nyamuk lama-lama kan jadi penyakit," jelas Siti.
Genangan tersebut sudah dua kali disedot dengan alat mengandalkan biaya patungan siswa dan orangtua murid dengan biaya patungan.
"Kemarin aja itu hampir Rp 2 juta untuk sekali sedot," imbuh dia.
Waktu penyedotan mencapai tiga jam. Namun, setelah itu air kembali merembes dari balik bangunan.
Baca juga: Lapangan SMAN 4 Tangsel Tergenang 4 Bulan, Aktivitas Siswa Terganggu
"Disedot tuh sampai kering total tapi muncul rembesan air yang keluar terus ditambah hujan lagi jadi muncul lagi genangannya," jelas dia.
Akibat kondisi tersebut, siswa tidak dapat memanfaatkan lapangan untuk beraktivitas, termasuk saat jam istirahat.
Hingga kini, genangan air masih terlihat di lapangan sekolah dan belum ada penanganan lebih lanjut.
KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi genangan di Lapangan SMAN 4 Tangsel yang membuat ruang gerak baik siswa maupun guru terbatas. Mereka bahkan terpaksa membuat pijakan baru sebagai jembatan yang terbuat dari batu.
Genangan yang berlangsung lama juga ditandai dengan munculnya ikan-ikan kecil di area lapangan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/
function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){
var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){
entires.forEach(function(entry) {
if(entry.intersectionRatio > 0){
showAds(entry.target)
}
});
}, {
threshold: 0
});
observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot));
function showAds(element){
console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot);
observerAds.unobserve(element);
observerAds.disconnect();
googletag.cmd.push(function() {
var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot)
.setTargeting('Pos',[posName])
.setTargeting('kg_pos',[posName_kg])
.addService(googletag.pubads());
googletag.display(divGptSlot);
googletag.pubads().refresh([slotOsm]);
});
}
}
“Ikan kecil-kecil itu banyak,” kata dia.
Kompas.com sudah menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaludin, terkait genangan di SMAN 4 Tangsel. Namun, hingga berita ini ditayangkan belum ada balasan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang