Pemerintah memastikan akan memangkas berbagai hambatan untuk memastikan iklim investasi yang aman, stabil, serta menguntungkan bagi investor asing. Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi di dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah debottlenecking untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi investor.
“Kami siapkan debottlenecking agar seluruh persoalan yang dihadapi dunia usaha bisa diselesaikan. Pembicaraan antara kedua pemerintah juga berjalan sangat baik,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (2/4).
Dalam kesempatan yang sama, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan utama berupa stabilitas politik dan ekonomi yang menjadi modal penting bagi investasi jangka panjang.
“Indonesia selalu bisa menjaga peace and stability, dan itu menjadi faktor utama bagi investor untuk menanamkan modal jangka panjang,” kata Rosan.
Ia menyebut sejumlah investor bahkan telah menyatakan minat untuk melanjutkan ekspansi ke fase kedua, seperti perusahaan kaca KCC Glass dan produsen baja POSCO.
Menurutnya, minat ekspansi ini menunjukkan bahwa investor melihat tingkat pengembalian (return) yang baik serta kepastian usaha di Indonesia.
Meski begitu, Rosan mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait proses perizinan lintas kementerian yang memerlukan waktu. Namun, pemerintah telah menyiapkan mekanisme percepatan melalui pembentukan task force debottlenecking.
Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan lewat PP No. 28 untuk meningkatkan kepastian hukum bagi investor.
“Kalau izin tidak diterbitkan dalam waktu yang ditentukan, maka bisa keluar secara otomatis. Ini untuk mengurangi ketidakpastian yang selama ini menjadi kekhawatiran investor,” katanya.




