Sebagai subholding gas dari Pertamina, PGN mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi untuk sektor transportasi darat. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Harga lebih stabil dan kompetitif Salah satu keunggulan utama BBG terletak pada harganya yang cenderung stabil. Saat ini, BBG dipatok Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).
Harga tersebut dinilai lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi, sehingga mampu membantu pengguna kendaraan menekan biaya operasional secara signifikan.
"Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Baca juga: Penyaluran Bahan Bakar Gas Melonjak 63% saat Natal dan Libur Akhir Tahun Lebih ramah lingkungan dan efisien Selain ekonomis, BBG juga menawarkan manfaat dari sisi lingkungan. Penggunaannya mampu menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah hingga 20 persen dibandingkan BBM.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan energi bersih dan mencapai target Net Zero Emission di masa depan.
“Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.
Dengan merangkul Komunitas Mobil Gas (Komogas) saat ini tersedia layanan bengkel keliling hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, wilayah Kalimalang Jakarta Timur dan 6-10 April 2026 di SPBG Bogor. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, dan mengonversi kendaraan ke BBG dengan mudah dan profesional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)





