YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 13.000 warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumpah ruah di pusat kota untuk mengikuti kirab budaya dalam rangka ulang tahun ke-80 Sri Sultan Hamengkubuwono X, Kamis (2/4/2026).
Arak-arakan gunungan hasil bumi yang dibawa dari berbagai daerah menjadi simbol kuat penghormatan rakyat kepada sang Sultan.
Kirab yang diinisiasi paguyuban kepala desa dan perangkat desa ini menjadi puncak perayaan yang sarat makna budaya sekaligus memperlihatkan eratnya hubungan antara Keraton dan masyarakat Yogyakarta.
Baca Juga: Momen Kirab Peringatan HUT ke-80 Sri Sultan Hamengku Bawono X, Bawa Hasil Bumi hingga Produk UMKM
Sejak pagi hari, ribuan peserta telah berkumpul di kawasan Titik Nol Kilometer.
Kirab resmi dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute menuju Keraton Yogyakarta sejauh kurang lebih 500 meter.
Sepanjang rute kirab, masyarakat terlihat memadati kawasan untuk menyaksikan prosesi budaya tersebut.
Antusiasme warga terlihat tinggi, bahkan banyak yang rela berhenti dari aktivitasnya demi menyaksikan momen bersejarah ini.
Kirab diikuti oleh perwakilan dari 438 kalurahan di DIY yang terbagi dalam lima kelompok wilayah, yakni Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Setiap kelompok membawa gunungan berisi hasil bumi dan makanan khas daerah masing-masing.
Gunungan tersebut menjadi representasi kekayaan lokal sekaligus partisipasi aktif masyarakat dalam perayaan budaya Yogyakarta.
Setibanya di kawasan Keraton, para peserta kirab disambut langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Baca Juga: Kemeriahan Kirab HUT ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X | KOMPAS SIANG
Dengan senyum ramah, Sultan menerima penghormatan sekaligus penyerahan gunungan dari perwakilan masyarakat.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kirab Sultan HB X 2026
- glondong pangarem arem
- HUT Sultan Jogja 80
- kirab budaya DIY
- Sultan Hamengkubuwono X
- Yogyakarta





