Kementerian Pertahanan melaporkan kondisi tiga prajurit TNI UNIFIL di Lebanon, yang luka terkena tembakan dan ledakan berturut-turut pada Minggu (29/3) dan Senin (30/3). Mereka kini berangsur pulih.
"Perawatan luka dari tiga prajurit yang dirawat di rumah sakit Beirut saat ini sekarang sudah membaik, sudah dalam kondisi yang lebih stabil daripada sebelumnya," ungkap Brigjen Rico saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/4).
Saat ini, pihak Kemhan terus memantau situasi di lapangan secara berkala untuk memastikan para prajurit yang terluka mendapatkan penanganan terbaik hingga kondisi mereka benar-benar pulih seratus persen.
Para prajurit yang terluka itu adalah Praka Rico Pramudia (luka berat) dan Praka Bayu Prakoso serta Praka Arif Kurniawan (luka ringan) mereka terluka saat terjadi serangan di Adchit Al Qusayr, Lebanon. Diduga kuat mereka terkena tembakan mortir di sana pada Minggu (29/3).
Sementara itu, pada Senin (30/3), korban kembali jatuh. Kali ini di Bani Hayyan, selatan Lebanon. Korban yang luka adalah Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.





