TABLOIDBINTANG.COM - Ammar Zoni menyampaikan nota pembelaan atau pledoi dalam sidang kasus dugaan peredaran narkotika. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4), aktor berusia 32 tahun tersebut membacakan langsung pembelaan yang telah ia tulis sendiri.
Dalam pledoi tersebut, Ammar menceritakan perjalanan hidupnya hingga terseret dalam perkara hukum yang kini menjeratnya. Ia juga menegaskan bahwa tuduhan sebagai pelaku peredaran narkotika tidak sesuai dengan kenyataan yang ia alami.
"Namun demi Allah, saya tidak seperti yang dituduhkan. Demi Allah saya bukan seorang bandar," kata Ammar Zoni di hadapan majelis hakim.
Ammar kembali menekankan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam aktivitas jual beli narkotika, baik sebagai penjual maupun perantara. Ia juga membantah memiliki atau menyimpan barang terlarang tersebut.
"Demi Allah saya tidak pernah sekali pun menjual atau menjadi perantara, atau memiliki bahkan menyimpan barang tersebut seperti yang dituduhkan. Demi Allah tidak ada keuntungan sedikit pun yang telah saya terima," ucapnya.
Lebih jauh, mantan suami Irish Bella itu mengungkapkan bahwa selama proses pemeriksaan, ia tidak didampingi kuasa hukum. Ia bahkan mengaku mendapat tekanan hingga kekerasan saat menjalani pemeriksaan.
"Demi Allah saya tidak didampingi oleh kuasa hukum saat di BAP. Demi Allah BAP dibuat dalam tekanan. Demi Allah saya mendapatkan kekerasan secara fisik, baik ditendang maupun verbal dari oknum kepolisian," ucapnya. "Dan saya siap mempertanggungjawabkan semua pernyataan saya," sambungnya.
Ammar menegaskan bahwa seluruh pernyataan yang ia sampaikan bukan untuk mencari simpati majelis hakim. Ia menyebut pledoi tersebut disampaikan secara jujur dan tanpa dilebih-lebihkan.
Di akhir pembelaannya, Ammar menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada majelis hakim.
"Semoga Yang Mulia Majelis Hakim dapat berbelas kasih memutuskan perkara nasib hidup saya ke depan. Tanpa saya mengingkari apa yang sudah saya perbuat, namun saya bermohon dengan tulus serendah-rendahnya atas nasib saya," terangnya.
Ia juga menyatakan penyesalan atas masa lalunya yang berkaitan dengan narkotika. Ammar mengakui kesalahannya terhadap diri sendiri dan orang-orang terdekat, serta berjanji akan berubah jika diberi kesempatan.
"Saya bersalah kepada diri saya sendiri, saya bersalah kepada keluarga saya, kepada anak-anak saya, kepada orang-orang terdekat saya, dan semua orang yang percaya kepada saya. Saya bersalah dan saya sedang menjalani konsekuensi atas kesalahan saya," tutupnya.



