Privilege of White, Putri Charlene Tampil Serba Putih saat Sambut Paus Leo XIV

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Paus Leo XIV melakukan kunjungan apolistik ke Monako pada Sabtu, 28 Maret 2026. Lawatan ini menjadi momen bersejarah bagi negara kepangeranan tersebut.

Paus tiba dengan helikopter dari Vatikan dan disambut langsung oleh Pangeran Albert II dan Putri Charlene, sebelum melakukan pertemuan resmi di Istana Pangeran serta menghadiri misa publik di Stadion Louis II.

Satu hal yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut yakni tampilan Putri Charlene yang mengenakan busana serba putih. Gaya busananya terdiri dari dress panjang bersiluet ramping dengan detail ikat di bagian pinggang, dipadukan dengan sepatu pointed-toe serta mantila renda putih yang anggun menjuntai menutup kepala. Beberapa sumber mengatakan bahwa busana yang ia kenakan merupakan lansiran desainer kondang asal Lebanon, Elie Saab.

Sementara itu, Pangeran Albert II tampil formal dengan setelan jas berwarna biru navy. Anak kembar mereka, Pangeran Jacques dan Putri Gabriella, juga turut hadir mendampingi dalam penyambutan resmi tersebut.

Pilihan busana putih yang dikenakan Putri Charlene berkaitan dengan privilège du blanc atau privilege of white (hak istimewa putih). Dalam protokol Vatikan, perempuan yang bertemu Paus umumnya diwajibkan mengenakan pakaian hitam panjang disertai mantila.

Namun, beberapa ratu dan putri bangsawan Katolik memperoleh pengecualian untuk mengenakan busana serba putih. Charlene termasuk dalam kelompok kecil tersebut, sehingga ia dapat tampil serba putih saat audiensi kepausan.

Putri Gabriella juga tampil serba putih mendampingi sang ibu. Secara resmi, ia belum memiliki privilege of white. Namun, penggunaan warna putih pada anak-anak kerap dianggap sebagai bentuk pelonggaran aturan, terutama dalam konteks acara keluarga kerajaan yang bersifat simbolis.

Putri Charlene tercatat sebagai anggota keluarga bangsawan Monako pertama yang menggunakan privilege of white ketika bertemu Paus Benediktus XVI pada 2013. Sejak saat itu, ia beberapa kali kembali mengenakan busana putih dalam kesempatan resmi bersama Vatikan, termasuk saat menghadiri misa pelantikan Paus Leo XIV pada 2025.

Kunjungan Paus Leo XIV sendiri menegaskan hubungan historis antara Takhta Suci dan Monako, yang menjadikan Katolik sebagai agama resmi negara. Dalam pidatonya, Paus mendorong Monako untuk menggunakan pengaruh dan kemakmurannya demi mempromosikan perdamaian serta nilai-nilai kemanusiaan di tingkat global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daging Ayam jadi Pemicu Inflasi Jatim Maret 2026, Emas dan Angkutan Udara Justru Deflasi
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Mundur dari Polri, Vicky Aristo Jual Kopi
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Trump berlakukan tarif 100 persen pada impor obat-obatan tertentu
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
NTB atur ketat kebijakan WFH, ASN harus ngantor saat dibutuhkan
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Alasan Kapten PSM Yuran Fernandes Bakal Mati-matian di Laga Kontra Persis Solo: Ingin Susul Bek Persib Bandung Frans Putros ke Piala Dunia
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.