Jalin Diplomasi Hijau di Korsel, Menhut Teken Dua Dokumen Terkait Tata Kelola Hutan

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaksanakan diplomasi hijau dengan Korea Forest Service (KFS) melalui kerja sama strategis terkait tata kelola hutan.

Kerja sama itu tertuang setelah Menhut Raja Juli Antoni dan Menteri Kehutanan Korea Selatan (KFS) Park Eunsik meneken dua dokumen di Seoul, Rabu (1/4) kemarin.

BACA JUGA: Sektor Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola Hutan dengan Minimalkan Dampak Sosial Ekonomi

Adapun, dokumen diteken saat rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di Korea Selatan (Korsel).

Raja Juli mengatakan dua dokumen yang ditandatangani berisi penguatan pengelolaan hutan berkelanjutan dan penanganan kebakaran rimba.

BACA JUGA: Pemprov Riau Dorong Remediasi FSC sebagai Upaya Perbaikan Tata Kelola Hutan

Eks Wakil Kepala Otorita IKN itu menyampaikan bahwa kerja sama Kemenhut dan KFS akan memberikan manfaat signifikan bagi Indonesia.

"Khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan," kata dia dalam keterangan persnya dikutip Kamis (2/4).

BACA JUGA: Bencana di Sumatera, Menhut: Momentum Evaluasi Tata Kelola Hutan

Raja Juli juga memandang kerja sama dengan KFS sangat relevan, terutama dalam menghadapi potensi fenomena El Nino yang diproyeksikan terjadi pada Juni 2026. 

"Dukungan teknologi, peningkatan kapasitas, dan berbagi pengalaman dari Korea akan sangat membantu Indonesia dalam memperkuat sistem pengendalian kebakaran hutan," demikian dia dalam keterangan persnya. 

Sementara itu, Park Eunsik menyampaikan bahwa Kemenhut RI sebenarnya menjadi mitra paling strategis bagi KFS.

Dia bahkan menyebut perwakilan kehutanan Negeri Ginseng di luar negeri saat ini hanya ditempatkan di Kedubes Korsel di Jakarta.

Menurut Park Eunsik, langkah itu menunjukkan pentingnya Indonesia dalam kerja sama kehutanan Korea.

Menteri KFS juga menegaskan bahwa isu kebakaran hutan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Korea. 

"Saat ini, KFS mengoperasikan 55 unit helikopter pemadam kebakaran hutan yang didukung oleh 755 personel. Selain itu, upaya penanganan kebakaran juga diperkuat oleh sekitar 250 unit helikopter tambahan dan 10.000 personel dari berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, militer, kepolisian, serta unit tanggap darurat nasional Korea," demikian dia dalam keterangan pers Kemenhut RI.

KFS, kata dia, bakal meluncurkan satelit pemantauan kebakaran hutan pada September 2026 yang mampu melakukan pemantauan secara terkini.

"Termasuk menjangkau hingga sekitar 55 persen wilayah Indonesia," ujar Park Eunsik. 

Berikut dua dokumen yang ditandatangani Raja Juli dan Park Eunsik:

1. Framework Arrangement on Cooperation on Priority Program in Forestry, yang menjadi payung kerja sama strategis kedua negara dalam mendukung upaya penanganan perubahan iklim melalui sektor kehutanan, termasuk pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi mangrove dan gambut, pengembangan ekowisata, perhutanan sosial, hingga penguatan pasar karbon hutan. 

2. Memorandum of Understanding on Forest Fire Management and Post-Fire Restoration Cooperation, yang secara khusus mendorong kerja sama dalam pencegahan, kesiapsiagaan, respons, serta pemulihan pascakebakaran hutan, termasuk pemanfaatan teknologi seperti pemantauan berbasis satelit dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. (ast/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
NASA Kirim 4 Awak Manusia ke Bulan, Pertama Dalam 54 Tahun
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Cara Mengenali Orang Jenius dan Orang Biasa dari Kebiasaan Mengobrolnya
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Menko PMK Minta Korban Gempa Sulut Segera Didata dan Dievakuasi
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Bos Terra Drone Tak Sediakan Alat Sensor Deteksi Api-APAR Sebabkan 22 Karyawan Tewas
• 12 jam lalukompas.com
thumb
MRT Jakarta Rombak Susunan Komisaris, Uus Kuswanto Masuk Jajaran
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.