Bukan Sekadar Gulma, Eceng Gondok di Waduk Pluit Bisa Ganggu Pompa dan Risiko Banjir

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemunculan eceng gondok yang sempat menutupi permukaan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dinilai berpotensi mengganggu kinerja infrastruktur pengendalian banjir.

Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan UI, Mahawan Karuniasa, mengatakan keberadaan eceng gondok dalam jumlah besar tidak hanya berdampak pada tampilan waduk, tetapi juga dapat menghambat sistem hidraulik.

“Jika eceng gondok menutup permukaan dan menyumbat area operasi, risikonya bukan hanya estetika dan bau, tetapi juga gangguan hidraulik, penurunan efisiensi pompa, penurunan kualitas air, dan percepatan sedimentasi organik,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Pengerukan Eceng Gondok di Waduk Pluit Hanya Atasi Gejala, Bukan Akar Masalah

Ia menjelaskan, Waduk Pluit merupakan salah satu simpul penting dalam sistem pengendalian banjir Jakarta, termasuk mendukung kerja rumah pompa di kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan eceng gondok dapat mengganggu aliran air serta mengurangi kapasitas tampung efektif waduk.

“Pada skenario hujan ekstrem, hambatan seperti ini bisa memperbesar risiko genangan,” katanya.

Selain itu, Mahawan menilai pertumbuhan masif eceng gondok juga menjadi indikator adanya tekanan pencemaran di perairan waduk, umumnya berkaitan dengan tingginya kandungan nutrien seperti nitrogen dan fosfor.

“Ledakan eceng gondok hampir selalu menjadi alarm eutrofikasi: air terlalu kaya nutrien,” ucapnya.

Baca juga: Waduk Pluit Sempat Menghijau, Eceng Gondok Tumbuh Pesat dalam 4 Hari

Mahawan menegaskan, kondisi ini perlu ditangani serius karena berkaitan langsung dengan fungsi infrastruktur perkotaan.

“Jadi isu ini harus dibaca sebagai risiko infrastruktur perkotaan, bukan sekadar gulma liar,” kata dia.

Ia menekankan, penanganan eceng gondok tidak cukup hanya melalui pengangkutan, tetapi juga memerlukan pengendalian sumber pencemar serta koordinasi pengelolaan dari semua pihak terkait.

“Kalau beban pencemar datang dari sistem sungai yang melintasi banyak daerah, maka ini adalah tanggung jawab berlapis: DKI di hilir, provinsi/kabupaten di wilayah lintasan, dan Pemerintah Pusat sebagai pengelola wilayah sungai lintas provinsi,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, kemunculan tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian permukaan Waduk Pluit, Penjaringan, viral di media sosial.

Baca juga: Waduk Pluit Dipenuhi Eceng Gondok, Petugas Angkut Belasan Truk dalam Sehari

Fenomena ini sempat membuat permukaan waduk berubah warna menjadi hijau dalam beberapa hari terakhir.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Video yang diunggah akun @ilhamapriyanto memperlihatkan sebaran eceng gondok yang kian meluas di Waduk Pluit pada Selasa (31/3/2026). Tanaman air tersebut tampak menutupi sebagian badan air hingga mengganggu tampilan waduk.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aturan Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan 3 April 2026, Libur Wafat Yesus Kristus
• 22 jam laludisway.id
thumb
Kasus Dugaan Proyektil Rekoset SMPN 33 Gresik, Kuasa Hukum dan Orang Tua Korban Beri Penjelasan
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Ngeri! Detik-Detik Kecelakaan Maut di Sidoarjo, Pemotor Tewas Terlindas Truk
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Kajari Karo Minta Maaf Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas, Akui Keliru Tangani Perkara
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prancis Macron Minta Trump tak Perlu Ngoceh Setiap Hari Soal Perang Iran: Ini Perang, Bukan Sandiwara
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.