Bandara Sam Ratulangi Manado Beroperasi Normal Usai Gempa M7,6 Guncang Sulut

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Sulawesi Utara, tetap beroperasi normal usai gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah itu, Kamis (2/4/2026) pukul 06.48 Wita.

Seluruh jadwal penerbangan domestik maupun internasional berlangsung sesuai rencana tanpa adanya holding, divert, maupun delay (pembatalan, pengalihan, penundaan).

Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Samrat Manado Radityo Ari Purwoko mengatakan, fasilitas dan infrastruktur bandara berada dalam kondisi aman dan layak operasi.

"Layanan navigasi penerbangan [ATC] serta operasional maskapai masih tetap berjalan dengan baik. Area pergerakan pesawat [movement area] dinyatakan serviceable tanpa adanya kerusakan yang mengganggu operasional penerbangan," kata Radityo, dikutip dari Antara, Jumat (3/4/2026). 

Meskipun gempa tidak berdampak signifikan terhadap operasional, terdapat beberapa kerusakan ringan pada fasilitas bandara, seperti kerusakan plafon dan beberapa retakan dinding gedung terminal.

Radityo menuturkan, retakan pada dinding lantai di Gedung Airport Facilities (AFL) dan gangguan pada sistem pelaporan penumpang berangkat (CUCS) telah berhasil dipulihkan.

Baca Juga

  • BRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal Usai Gempa M7,6 Guncang Bitung
  • Pemerintah Gerak Cepat, Bentuk Tim Hitung Dampak Gempa di Sulut dan Malut
  • Gempa Bitung Sebabkan Tsunami Kecil di 9 Daerah

Selain itu, proses evakuasi pengguna jasa bandara telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi serta tidak terdapat laporan korban luka baik dari penumpang maupun personel.

Berdasarkan informasi dari sejumlah maskapai, kata Radityo, operasional penerbangan tetap berjalan dengan lancar dan seluruh penumpang dalam kondisi aman.

“Kami memastikan bahwa operasional penerbangan di Bandara Samrat Manado tetap berjalan normal. Berdasarkan koordinasi dengan seluruh maskapai tidak terdapat gangguan signifikan terhadap jadwal penerbangan dan seluruh penumpang dalam kondisi aman,” ujar Radityo.

Dia juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tetap tenang serta selalu berkoordinasi dan melakukan konfirmasi kepada maskapai terkait jadwal penerbangan masing-masing.

Data BMKG menyebutkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,25 derajat LU dan 126,27 derajat BT atau sekitar 129 km arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 km.

Guncangan gempa dirasakan di wilayah Manado dengan intensitas IV–V MMI, di mana getaran dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat.

Guncangan gempa cukup kuat terasa di Bandara Sam Ratulangi yang berjarak sekitar 156 km dari pusat gempa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengusaha Kawasan Industri Harap RI Optimalkan Peluang Relokasi Global
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal Rp96,33 Miliar, Termasuk Kasus Manipulasi
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
PT Pos Bakal Jadi Holding BUMN Logistik, Naungi 21 Perusahaan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Jeon So Young Bergabung dalam Drakor Retired Agent Management Team
• 7 menit lalubeautynesia.id
thumb
Dampak Gempa, 1 Orang Meninggal dan Puluhan Rumah Rusak di Sulut
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.