OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK 2026

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Hal ini melalui kolaborasi lintas sektor dalam program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut sektor keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut didukung oleh basis populasi muslim Indonesia yang mencapai 244,7 juta jiwa.

“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik menjadi kekuatan bagi perekonomian Indonesia. Potensi demografis, sosial, dan ekonomi yang dimiliki sangat besar,” ujar Friderica dalam penutupan GERAK Syariah 2026 di Kantor OJK, Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Menurutnya, OJK terus mendorong sektor jasa keuangan syariah agar berkontribusi terhadap program prioritas pemerintah, termasuk melalui penguatan pembiayaan bagi UMKM, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menekankan pentingnya sinergi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah secara masif dan merata.

“Dengan bergerak bersama, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih pesat dan menjangkau masyarakat yang lebih luas,” kata Dicky.

Sepanjang pelaksanaan GERAK Syariah 2026, tercatat 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, dan 890 kegiatan sosial. Jumlah peserta edukasi mencapai 8,35 juta orang, meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi kinerja, penghimpunan dana keuangan syariah mencapai Rp6,83 triliun, sementara penyaluran dana sebesar Rp6,86 triliun. Selain itu, sebanyak 266.421 orang menerima manfaat sosial dengan total dana tersalurkan Rp86,2 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keuangan syariah harus berjalan beriringan dengan sektor ekonomi riil.

“Keuangan syariah akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dengan aktivitas ekonomi riil, baik UMKM maupun industri halal,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, OJK bersama Kementerian Agama juga meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026. Buku ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam mengelola keuangan berbasis nilai-nilai agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, meski jumlah penduduk muslim Indonesia sangat besar, tingkat penerapan ekonomi syariah masih relatif rendah, yakni sekitar 7,6 persen.

“Potensinya besar, sehingga peningkatannya harus jauh lebih tinggi ke depan,” katanya.

OJK berharap sinergi yang terbangun selama Ramadan dapat berlanjut sepanjang tahun untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. (edo)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ERAL Raih Penjualan Rp6,49 Triliun di 2025, Segmen Lifestyle Melesat 173%
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Borneo FC vs Madura United : Laga Diprediksi Berjalan dengan Intensitas Tinggi
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anggota DPR minta jajaran Kejari Karo disanksi tegas imbas kasus Amsal
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Naskah Serial Harry Potter Musim Kedua Sudah Mulai Digarap
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Aiman Dijadwalkan Diperiksa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Hadir sebagai Saksi
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.