Pengiriman Perdana Produk Ready to Eat, Strategi Awal Kelola Ekonomi Haji-Umrah Secara Terpadu

disway.id
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, yakni lebih dari dua ratus ribu jamaah haji per tahun serta sekitar dua juta jamaah umrah per tahun, memiliki potensi ekosistem ekonomi tahunan yang sangat besar. 

Potensi tersebut mencakup berbagai layanan seperti perhotelan, transportasi, logistik, konsumsi, dan layanan pendukung lainnya, 

BACA JUGA:Kisah Pemudik Jefri Caliak, Naik Becak yang Dihias Bungkus Kopi dari Padang ke Bogor

Sehingga Indonesia diharapkan mampu mengambil posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi tersebut sekaligus memastikan perputaran uang juga terjadi di dalam negeri.

Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah menjadi salah satu fokus Pemerintah dalam menjaga keseimbangan devisa nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi arus keluar devisa (cash outflow) dan meningkatkan arus masuk devisa (cash inflow). 

BACA JUGA:Jadwal Tayang Anime Classroom of the Elite Season 4 Full Episode, Cek Link Nontonnya

Oleh karena itu, sebagai bagian dari strategi Indonesia Incorporated sebagaimana arahan Presiden Prabowo, maka diperlukan sinergi Kementerian/Lembaga dengan BUMN dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama terus mendorong ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi, yang tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan bagi jamaah haji dan umrah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Momentum sinergi Kementerian/Lembaga dan BUMN dalam pengiriman logistik haji yang dimulai tahun 2026 ini baru step awal, ke depan akan lebih dioptimalkan untuk beberapa potensi kolaborasi lainnya seperti pengiriman oleh-oleh haji dan umrah serta pengiriman makanan untuk kebutuhan jamaah umrah sepanjang tahun yang tentunya akan berdampak langsung dalam menahan pelebaran defisit neraca jasa nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, Kamis 2 April 2026.

BACA JUGA:Kisah Pemudik Jefri Caliak, Naik Becak yang Dihias Bungkus Kopi dari Padang ke Bogor

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah mendorong penggunaan produk nasional yang bercita rasa nusantara untuk jamaah haji Indonesia melalui pengiriman bumbu pasta dan makanan ready to eat (RTE) yang diproduksi di Indonesia. 

Untuk mendukung proses pengiriman ini, Pemerintah mendorong sinergi BUMN antara PT Garuda Indonesia dan PT Pos Indonesia untuk berkolaborasi memberikan dukungan logistik haji dengan biaya logistik yang efisien dan kompetitif.

Inisiasi perdana pengiriman pada tahap pertama ini akan mengirimkan sebanyak 100 ton bumbu pasta dan makanan RTE. Pengiriman dilakukan secara bertahap mulai hari ini, 2 April 2026 hingga 6 April 2026. 

BACA JUGA:Timnas Masuk 'GRUP NERAKA'! John Herdman Gerak Cepat Tambah Amunisi, Dua Pemain Kreatif Datang

Tahap berikutnya sebanyak 130 ton sedang dijadwalkan dalam rentang waktu 17 hingga 29 April 2026.

Data Neraca Pembayaran Indonesia mencatat defisit neraca jasa tahun 2025 mencapai USD19,8 miliar, dengan jasa transportasi sebagai kontributor terbesar.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 3 April 2026, Cek Lokasi dan Persyaratannya
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Wamenko Otto minta publik percayakan transparansi kasus Andrie Yunus
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Komnas HAM Terima Aduan 12 Orang Diancam Terkait Kasus Andrie Yunus
• 8 jam laludetik.com
thumb
Jatuh dari Kapal, Nelayan Garut Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Selatan
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Temuan BPKP: Ada Enam Penyimpangan dan Tiga Aturan Dilanggar di Kasus Chromebook
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.