Kritik Trump, Macron Sebut Membuka Selat Hormuz Secara Paksa Tidak Realistis

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –  Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Kamis, bahwa tidak realistis melancarkan operasi militer untuk membuka paksa Selat Hormuz, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menantang sekutu AS untuk berupaya membukanya kembali.

Ribuan orang telah tewas di seluruh Timur Tengah sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel menyerang Iran, memicu serangan Iran terhadap Israel, pangkalan AS, dan negara-negara Teluk, dan Teheran secara efektif menutup jalur air yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.

Baca Juga :
Iran Peringati AS soal Invasi Darat: Musuh Tak Boleh Ada yang Selamat
Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tertutup Bagi Musuh

"Beberapa orang membela gagasan untuk membebaskan Selat Hormuz secara paksa melalui operasi militer, sebuah posisi yang kadang-kadang diungkapkan oleh Amerika Serikat, meskipun telah bervariasi," kata Macron kepada wartawan selama kunjungannya ke Korea Selatan. 

"Ini bukanlah pilihan yang pernah kami dukung karena tidak realistis," tegasnya

"Ini akan memakan waktu yang sangat lama, dan akan membuat semua orang yang melewati Selat Hormuz berisiko terkena serangan dari para penjaga revolusi, tetapi juga rudal balistik," katanya.

Macron, yang telah bekerja sama dengan sekutu Eropa untuk membangun koalisi guna menjamin jalur bebas melalui Hormuz setelah permusuhan berhenti, mengatakan bahwa ini hanya dapat dilakukan dengan berbicara kepada Iran.

"Yang kami katakan sejak awal adalah bahwa selat ini harus dibuka kembali karena strategis untuk aliran energi, pupuk, dan perdagangan internasional, tetapi itu hanya dapat dilakukan dengan berkonsultasi dengan Iran," ujarnya

Ketika ditanya tentang kritik Trump terhadap sekutu NATO dan ancaman untuk menarik AS keluar dari aliansi tersebut, Macron mengatakan:

"Saya tidak ingin memberikan komentar terus-menerus tentang operasi yang telah diputuskan sendiri oleh Amerika dengan Israel. Mereka dapat menyesalkan fakta bahwa mereka tidak dibantu, tetapi itu bukan operasi kami. Kami menginginkan perdamaian secepat mungkin."

Macron juga mengatakan bahwa komentar Trump yang mengejek dirinya dan istrinya, Brigitte, "tidak elegan, dan tidak sebanding" dengan situasi saat ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri serangan gabungan Amerika-Israel mengalami kemajuan, namun tetap memperingatkan bahwa infrastruktur energi penting negara itu akan dihancurkan jika pembicaraan tidak segera membuahkan hasil.

Baca Juga :
ASN Malaysia WFH Mulai 15 April di Tengah Krisis BBM, Suhu AC Kantor Dibatasi
Presiden Iran Tulis Surat Terbuka untuk Warga AS, Apa Isinya?
Mantan Menlu Iran Ditarget dalam Serangan AS‑Israel, Istri Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rencana Relokasi PKL Kawasan Alon-Alon Kota Madiun Tuai Penolakan, Ini Alasannya
• 19 jam lalurealita.co
thumb
10 Rumah dan 1 Musala Rusak Imbas Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
• 22 jam laludetik.com
thumb
Survei Terbaru Opini Publik Israel soal Perang Melawan Iran
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rismon Pastikan Restorative Justice yang Diajukan Tanpa Paksaan: Tidak Ada Intervensi Pihak Manapun
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
OJK Perluas Klasifikasi Data Investor Jadi 39 Kategori
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.