Terkini, Bitung — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026, mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan di Kota Bitung.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung mencatat sedikitnya 21 bangunan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Kerusakan tersebut meliputi rumah warga, kantor pemerintahan, serta tempat ibadah yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Bitung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bitung, Denny J. Mantouw, mengatakan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim di lapangan dan jumlah bangunan terdampak masih berpotensi bertambah.
“Data laporan BPBD Kota Bitung ini masih bersifat sementara, akan terus di-update dan kami akan informasikan kemudian,” ujar Denny.
Menurut BPBD, kerusakan bangunan tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Maesa, Matuari, Madidir, Girian hingga kawasan Pulau Lembeh.
Guncangan gempa yang terasa selama sekitar 15 hingga 20 detik menyebabkan kerusakan bangunan mulai dari retakan ringan hingga kerusakan cukup berat pada beberapa bangunan.
Sebagian besar bangunan yang mengalami kerusakan merupakan rumah warga. Di sejumlah lokasi, dinding rumah dilaporkan retak bahkan roboh akibat kuatnya guncangan gempa.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga mengalami kerusakan. Kantor Wali Kota Bitung dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian keramik dinding di lantai empat, sementara Kantor BPBD Kota Bitung mengalami kerusakan pada bagian dinding bangunan.
Tempat ibadah juga termasuk dalam daftar bangunan terdampak. Beberapa gereja dan masjid dilaporkan mengalami kerusakan seperti plafon runtuh serta dinding yang retak.
Di beberapa wilayah terdampak, warga dilaporkan memilih mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan serta karena kondisi rumah yang mengalami kerusakan.
BPBD Kota Bitung mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait seperti BMKG.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan saat ini masih terus melakukan pendataan kerusakan, penanganan darurat, serta memastikan keselamatan warga terdampak gempa.




