Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah pendatang Jakarta pascalebaran cenderung turun sejak tahun 2024. Data hingga 1 April 2026 menunjukkan jumlah pendatang baru yang masuk ke DKI Jakarta sebanyak 1.776 orang, dengan komposisi 891 laki-laki (50,17 persen) dan 885 perempuan (49,83 persen).
Mayoritas pendatang berada pada usia produktif (15-64 tahun) sebesar 79,34 persen, yang menunjukkan dominasi penduduk usia kerja dalam arus urbanisasi usai Lebaran.
Advertisement
“Urbanisasi di Jakarta, terutama pendatang baru pascalebaran, dua tahun terakhir ini, justru penurunannya lumayan,” kata Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto dilansir Antara, Jumat (3/4/2026).
Jumlah pendatang pada tahun 2024 turun sekitar 37,47 persen dari tahun 2023, sedangkan di tahun 2005 dibandingkan dengan tahun 2024, terjadi penurunan 0,97 persen.
“Ini menandakan pola urbanisasi di DKI Jakarta, khususnya pendatang pada saat pascalebaran terjadi perubahan. Kalau sebelum tahun 2022, orang datang ke Jakarta biasanya sudah nekat,” ujar Denny.
Ia menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir, pendatang sudah mempertimbangkan sejumlah persiapan termasuk keterampilan kerja dan tempat tinggal selama di Ibu Kota.
Sejalan dengan imbauan Gubernur, Jakarta adalah kota global yang terbuka, inklusif, terbuka bagi para pendatang, asalkan memiliki keterampilan dan persiapan.




