Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap target yang diklaim terkait dengan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia hingga Samudra Hindia bagian utara pada Jumat (3/4/2026) pagi waktu setempat.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari Gelombang ke-91 Operasi True Promise 4.
Serangan ini diklaim menyasar berbagai fasilitas militer serta infrastruktur yang berhubungan dengan pasukan Amerika Serikat dan Israel, menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, serta drone tempur.
“Angkatan laut IRGC menargetkan lokasi perkumpulan rahasia teknisi penerbangan dan pilot pesawat tempur AS di wilayah selatan Teluk Persia,” demikian pernyataan IRGC seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Selain itu, IRGC mengklaim telah menyerang kelompok tempur kapal induk Abraham Lincoln yang berada di Samudra Hindia bagian utara. Serangan tersebut disebut menggunakan empat rudal jelajah jenis Qadr-380.
Tidak hanya di perairan, IRGC juga melaporkan serangan darat yang menargetkan area di luar pangkalan militer di Uni Emirat Arab, yang disebut menjadi lokasi berkumpulnya personel teknis dan pilot militer Amerika Serikat.
Menurut mereka, indikasi adanya korban terlihat dari laporan lapangan serta pergerakan ambulans di lokasi kejadian.
Serangan lain juga diarahkan ke fasilitas militer di pangkalan Al Dhafra, selatan Abu Dhabi, yang disebut menjadi tempat operasional unit drone MQ-1 milik AS.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC menegaskan bahwa mereka terus memantau aktivitas lalu lintas maritim di Selat Hormuz melalui sistem Angkatan Laut mereka. Iran juga mengeluarkan peringatan keras terhadap potensi aktivitas yang dianggap bermusuhan.
Lebih lanjut, IRGC menyalahkan Amerika Serikat atas meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Mereka menyebut situasi keamanan di Selat Hormuz sebagai akibat dari “agresi kriminal dan teroris oleh Amerika Serikat.” (saf/iss)




