Min Aung Hlaing Dipilih Jadi Presiden Myanmar oleh Parlemen, Oposisi: Revolusi Tetap Berlanjut

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Arsip. Diktator Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing menginspeksi apel prajurit dalam parade hari ulang tahun Angkatan Bersenjata Myanmar ke-78 di Naypyitaw, 27 Maret 2023. (Sumber: Aung Shine Oo/Associated Press)

NAYPYITAW, KOMPAS.TV - Pemimpin kudeta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dipilih menjadi presiden negara tersebut melalui pemilihan di parlemen pada Jumat (3/4/2026). Min Aung Hlaing diresmikan sebagai presiden terpilih usai menguasai negara tersebut sejak kudeta yang melengserkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 2021 silam.

Pemilihan presiden yang digelar Myanmar menandai kembalinya negara tersebut ke sistem pemerintahan terpilih. Namun, sejumlah pihak menilai pemilihan umum sebatas formalitas karena parlemen dikuasai militer dan perang sipil masih terjadi.

Min Aung Hlaing diketahui menjadi salah satu dari tiga kandidat presiden yang diajukan ke parlemen. Pemilihan dilakukan di gedung parlemen Myanmar yang baru direnovasi di Naypyitaw, Jumat (3/4/2026).

Ketua parlemen Myanmar, Aung Lin Dwe, mengumumkan bahwa Min Aung Hlaing terpilih sebagai presiden dengan perolehan 429 dari total 584 suara.

Baca Juga: Puluhan Orang Tewas di Myanmar karena Serangan Udara oleh Militer

Dua kandidat yang kalah dilaporkan akan menjadi wakil presiden Min Aung Hlaing. Kedua kandidat tersebut adalah purnawirawan jenderal sekaligus penasihat Min Aung Hlaing, Nyo Saw; serta politikus dari etnis Karen, Nan Ni Ni Aye.

Sebelum pemilihan, Min Aung Haing mengundurkan diri dari posisi panglima militer karena konstitusi Myanmar melarang presiden turut menjabat sebagai panglima militer. 

Sementara itu, juru bicara National Unity Goverment (NUG), organisasi oposisi utama yang mendirikan pemerintahan sendiri di Myanmar menegaskan terpilihnya Min Aung Hlaing tidak akan mengubah jalannya perang saudara.

Juru bicara NUG, Nay Phone Latt menuduh Min Aung Hlaing dan militernya bertanggung jawab atas berbagai kasus kejahatan perang sejak kudeta pada 2021.

"Rakyat Myanmar tidak akan menerimanya. Revolusi akan terus berlanjut dengan momentum yang dahsyat," kata Nay Phone Latt dikutip Associated Press.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • perang saudara myanmar
  • presiden myanmar
  • min aung hlaing
  • pilpres myanmar
  • junta myanmar
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RUU Penyadapan akan Atur Pemberitahuan ke Warga yang Telah Disadap
• 8 jam lalukompas.com
thumb
DPRD Kota Bekasi Kawal Klaim Santunan BPJS Korban Ledakan SPBE Cimuning
• 4 jam laludisway.id
thumb
KPK Geledah Rumah Ono Surono di Indramayu, Diprotes soal Aturan KUHAP Baru
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Benarkah Screen Time Sebabkan Autisme pada Anak? Ini Penjelasan Dokter
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Alasan Ammar Zoni Enggan Temui Anak Selama Terjerat Kasus Narkoba
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.