Liputan6.com, Jakarta - Polisi membongkar kasus penyiraman air keras terhadap TW (54) di Tambun Selatan, Bekasi. Tiga pelaku ditangkap dengan peran yang berbeda-beda.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengungkap, pelaku utama Prasetyo Budi Utomo yang menjadi otak penyerangan. Ia merancang aksi, menyiapkan air keras, hingga membayar eksekutor.
Advertisement
Dua pelaku lain, M Sandy Nurfauzi Mahfud bertindak sebagai penyiram, sementara Syahri Romadhoni menjadi joki, dia yang menunggangi sepada motor saat melakukan penyiraman.
Penyerangan terjadi di Jalan Bumi Sani Permai, Tambun Selatan pada Senin, 30 Maret 2026 sekira pukul 04.40 WIB. Korban disiram air keras saat hendak salat subuh ke musala.
Saat itu, dua pelaku datang dari arah berlawanan menggunakan sepeda motor, lalu menyiramkan cairan diduga air keras ke arah korban.
"Sehingga mengenai area bagian muka korban serta bagian perut dan area belakang tubuh korban, ujar dia.
Korban langsung merintih kesakitan. Warga yang melihat kejadian itu segera membawa korban ke rumah sakit terdekat. Kejadian itupun langsung dilaporkan ke Polsek Tambun Selatan.
"Korban alami luka bakar di bagian kepala, dada sampai perut," ucap dia.




