Kementerian Kesehatan Sudan pun mengecam apa yang mereka sebut sebagai "penargetan berkelanjutan terhadap warga sipil," menekankan bahwa serangan semacam ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap norma dan hukum internasional.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Sudan menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan satu-satunya fasilitas kesehatan yang melayani penduduk di area tersebut, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan norma kemanusiaan dan internasional.
Konflik yang sedang berlangsung antara Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF, yang dimulai pada pertengahan April 2023, telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa dan jutaan pengungsi baik di dalam maupun di luar Sudan, demikian menurut perkiraan internasional.
WHO mengonfirmasi bahwa 2.036 orang tewas dalam 213 serangan terhadap fasilitas kesehatan selama konflik yang berlangsung hampir tiga tahun.





