Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Puncak prosesi Semana Santa di Kota Larantuka mulai terlihat saat ribuan peziarah mengantre untuk mendaftar mengikuti ritus prosesi laut (bahari) di Pangkalan Pendaratan Ikan Amagarapati. Ini merupakan salah satu tradisi sakral Jumat Agung, di mana patung Tuan Meninu (Yesus Tersalib) diarak menggunakan Berok atau sampan tradisional dari pesisir pantai Kota Rowido, Kelurahan Sarotari Tengah, menuju Pantai Kuce di Kelurahan Pohon Siri.
Berdasarkan pantauan tim tvrinews.com pada Jumat siang, 3 April 2026, puluhan kapal nelayan, perahu pengantar Berok, hingga peledang (perahu tradisional pemburu paus masyarakat Lembata) turut serta. Selain itu, kapal milik SAR dan TNI-Polri juga ikut mendampingi para peziarah yang mengantar Tuan Meninu. Nyala lilin tradisional dan lantunan doa mengiringi perjalanan Berok, menciptakan suasana sakral yang terpancar dari wajah para peziarah yang khusyuk berdoa.
Setibanya di Pantai Kuce, patung Tuan Meninu diarak menuju Kapela Tuan Ana. Selanjutnya, patung tersebut akan diarak bersama Patung Tuan Ma menuju Gereja Katedral Larantuka. Prosesi puncak diperkirakan berlangsung pada Jumat malam, di mana patung Tuan Ma dan Tuan Ana akan diarak mengelilingi delapan Armida di Kota Larantuka dengan iringan nyanyian ratapan (Ovos).
Setelah seluruh rangkaian prosesi darat selesai pada Sabtu pagi, 4 April 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan prosesi menghantar kembali Patung Tuan Ma dan Tuan Meninu ke kapela asal masing-masing. Seluruh rangkaian Semana Santa ini akan berakhir pada Minggu Paskah. Perayaan tersebut dikenal dengan sebutan Minggu Halleluya, yang menandai kegembiraan atas kebangkitan Yesus Kristus setelah masa berkabung selama Pekan Suci.
Editor: Redaktur TVRINews





