Tokoh Agama Apresiasi Polda Sumsel Amankan Jumat Agung di Bumi Sriwijaya

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Peringatan Wafat Yesus Kristus atau ibadah Jumat Agung berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kedamaian di segenap penjuru Sumatera Selatan (Sumsel). Tokoh agama Kristen lintas daerah mengapresiasi kinerja ribuan personel kepolisian yang bersiaga di ratusan gereja.

Keberhasilan menghadirkan situasi yang aman dan kondusif ini tidak terlepas dari strategi Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan di bawah arahan Kapolda Irjen Sandi Nugroho. Pengamanan tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi, melainkan merata dan menjangkau seluruh wilayah hukum Polda Sumsel.

Tercatat sebanyak 2.671 personel gabungan yang terdiri dari 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI diterjunkan untuk mengawal jalannya ibadah di 404 titik gereja se-Sumatera Selatan.

Baca juga: Polda Sumsel Kerahkan 2.425 Personel Amankan Jumat Agung di Bumi Sriwijaya

Di Kota Palembang, di mana ratusan personel disiagakan untuk mengamankan puluhan gereja, jaminan kebebasan beribadah sangat dirasakan oleh jemaat. Pimpinan Jemaat HKBP Palembang, Pdt. E. Manurung Nababan, menyampaikan terima kasihnya secara langsung kepada jajaran Polri yang dinilai sukses memberikan pelayanan humanis.

"Kami mewakili seluruh warga jemaat HKBP Palembang menyampaikan apresiasi atas pelayanan dan pengamanan yang telah diberikan dalam pelaksanaan ibadah Jumat Agung hari ini. Ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Selamat bertugas, kiranya Tuhan memberkati Polri," ungkap Pdt. E. Manurung, Jumat (3/4/2026).

Foto: Tokoh agama Kristen lintas daerah mengapresiasi kinerja ribuan personel kepolisian yang bersiaga di ratusan gereja di Sumatera Selatan. (Dok istimewa).

Senada dengan Manurung, Edmond selaku Ketua Panitia Paskah 2026 Gereja Katedral Santa Maria Palembang mengapresiasi dukungan optimal dari kepolisian. Begitu pula dari Paroki Santo Yosef Palembang yang secara khusus mengapresiasi kehadiran langsung Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, dalam meninjau lokasi ibadah guna memastikan kelancaran perayaan.

Di Kabupaten Musi Rawas, langkah proaktif kepolisian memberikan dampak psikologis yang positif bagi jemaat. Romo Andreas Suko A.W., SCJ, Pastor Rekan di Paroki Santa Maria Tugumulyo, menyampaikan rasa syukurnya atas atensi jajaran Polres Musi Rawas yang turun langsung ke lokasi.

"Kami mengapresiasi kunjungan yang telah dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan, kelancaran, serta keamanan pelaksanaan ibadah. Dengan adanya dukungan tersebut, kami umat merasa tenang dan nyaman," ungkap Romo Suko mewakili umat Katolik Paroki Santa Maria Tugumulyo.

Dari kawasan Tanjung Enim, Pastor RD. Suprapto selaku Pimpinan Gereja Katolik Santo Yosep, juga menyampaikan testimoni hangat atas kolaborasi jajaran kepolisian di kewilayahan.

"Kami mengapresiasi Bapak Kapolda, Bapak Kapolres, beserta jajaran yang telah menugaskan personel di tempat ini maupun lokasi lainnya. Seluruh rangkaian perayaan Paskah dapat berlangsung dengan tenang, aman, dan nyaman. Semoga Polri semakin dicintai oleh masyarakat," tutur Pastor RD. Suprapto.

Apresiasi dari wilayah daerah juga disuarakan secara kompak oleh para tokoh agama di Lahat. Romo Damian, mewakili umat Gereja Paroki Santa Maria Lahat, serta Daniel Wiyatno dari Majelis Gereja Kalvari Lahat, berterima kasih atas keaktifan personel polres setempat.

"Berkat dukungan dan peran aktif jajaran kepolisian dalam pelaksanaan pengamanan, seluruh rangkaian perayaan Paskah tahun 2026 ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar," tegas Romo Damian.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu'min Wijaya, menyampaikan apresiasi dari tokoh agama menjadi indikator keberhasilan pengamanan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran.

"Pengamanan ini bukan sekadar tugas rutin, tetapi bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga kebebasan beragama dan stabilitas kamtibmas. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kondisi Sumatera Selatan tetap kondusif.

Baca juga: Toleransi saat Salat Jumat di Istiqlal Bareng Jumat Agung di Katedral




(whn/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Taksi Listrik Green SM Kantongi Pinjaman Investasi Rp600 Miliar dari BCA
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi, Motif Dendam Pribadi Terungkap
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Dendam 8 Tahun, Pengusaha Jok di Bekasi Rancang Penyiraman Air Keras ke Tetangga
• 10 jam lalukompas.com
thumb
PSSI Tegaskan Kasus 4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Tak Ada Sangkut Pautnya dengan Paspor WNI: Masalah Teknis Hukum di Belanda
• 14 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.