Meta Minta Perpanjangan Waktu ke Komdigi Bahas PP Tunas

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Kebijakan Publik, Indonesia dan Filipina Meta Berni Moestafa mengatakan telah meminta persetujuan perpanjangan waktu untuk bertemu dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait rencana diskusi regulasi Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

"Kami meminta perpanjangan waktu dan telah menerima persetujuan untuk bertemu dengan Komdigi di minggu depan untuk mendiskusikan rencana kami terkait regulasi PP Tunas," kata Berni dalam pernyataan resmi yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat.

Baca Juga :
Regulasi Saja Tak Cukup: Peran Orang Tua dalam Menyempurnakan PP TUNAS
Alarm Kesehatan Mental Anak Indonesia: Saatnya Negara dan Keluarga Bergerak Bersama

Tanggapan ini merupakan respons dari Meta atas surat panggilan kedua yang dilayangkan Kemkomdigi kepada Meta karena menilai platform digital raksasa teknologi tersebut belum memenuhi ketentuan dalam PP Tunas.

Berni mengatakan pihaknya akan mendiskusikan rencana terkait regulasi PP Tunas dengan Kemkomdigi sebagai komitmen perusahaan tersebut untuk melindungi anak dan remaja di platform digital.

"Kami berkomitmen untuk melindungi anak remaja di dalam platform kami dan akan menyampaikan informasi selanjutnya," kata Berni.

Sebelumnya pada Kamis 2 April, Kemkomdigi telah melayangkan surat panggilan kedua untuk Meta selaku pemilik platform Threads, Instagram, dan Facebook dan Google selaku pemilik YouTube.

Panggilan ini dilakukan karena keduanya belum memenuhi panggilan pertama untuk menjalani pemeriksaan mengenai kepatuhan terhadap peraturan pelindungan anak di ruang digital.

Kemkomdigi menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan pelindungan anak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab yang berdampak langsung pada keselamatan anak di ruang digital.

Kemkomdigi terus melakukan pengawasan dan menyiapkan langkah lanjutan apabila ketidakpatuhan penyedia platform digital terhadap PP Tunas berlanjut.

Menurut Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 tahun 2026, penyedia platform yang tidak mematuhi aturan bisa dikenai sanksi administratif berupa teguran, penghentian akses sementara, hingga pemutusan akses. (Ant)

Baca Juga :
PP TUNAS: Regulasi Bersejarah yang Hadir untuk Melindungi Generasi Digital Indonesia
Instagram Bakal Berbayar? Meta Uji Instagram Plus dengan Fitur Eksklusif
PP TUNAS Resmi Jalan, Rendahnya Literasi Digital Jadi Sorotan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
84,9 Persen Warga Dukung Penertiban PKL, Makassar Menuju Kota Lebih Tertib
• 17 jam laluterkini.id
thumb
Bareskrim Segel 2 Tempat Hiburan Malam di Bali Diduga Terkait Narkoba
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Momen Panglima TNI Terima Kunjungan Panglima Angkatan Tentara Malaysia
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Putin Bilang Siap Bantu Timur Tengah di Tengah Serangan AS-Israel
• 19 jam laludetik.com
thumb
Constra Soal Kebijakan BBM: Antara Kepentingan Politik & Rasionalitas Ekonomi
• 17 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.