Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons peningkatan arus kendaraan yang terus meningkat di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur)-Gilimanuk (Bali) khususnya truk logistik melalui langkah taktis dan kolaboratif lintas sektor.
Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menyampaikan, perusahaan mengedepankan penanganan terintegrasi untuk menjaga kelancaran penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk.
Advertisement
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal," ujar Windy dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, melansir Antara, Sabtu (4/4/2026).
Menurut dia, dalam pelabuhan percepatan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur, dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang-roda dua, roda empat, dan bus, sedangkan dermaga 4 dan LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik.
"Skema ini efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat kap menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien," kata Windy.




