Harga emas spot dunia terpantau melemah di tengah eskalasi perang Iran. Harga emas spot turun 1,85 persen menjadi USD 4.669,05 per troy ons pada Jumat (3/4), sementara emas berjangka AS melemah 2,8 persen ke USD 4.679,70.
Mengutip Reuters, Sabtu (4/4), penurunan harga emas berbanding terbalik dengan dolar AS yang terus menguat pada pekan lalu. Pada Kamis (3/4), dolar AS naik 0,44 persen.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun turun 1,6 basis poin ke level 4,305 persen, sementara yield obligasi dua tahun stabil di 3,803 persen. Kenaikan ekspektasi inflasi dinilai berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi.
Pernyataan Trump turut menambah ketidakpastian pasar. Dalam pidatonya, dia menyebut serangan terhadap Iran akan diintensifkan dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Padahal sehari sebelumnya Trump mengatakan AS akan keluar dari konflik tersebut.
“Pasar akan kembali dalam posisi defensif, mengingat adanya potensi aksi militer lanjutan dan ancaman terhadap infrastruktur,” ujar analis Pictet Asset Management, Jon Withaar dikutip dari Reuters.
Di Asia, bank sentral India juga mengambil langkah intervensi dengan melarang perdagangan non-deliverable forwards (NDF) untuk menahan pelemahan rupee. Kebijakan ini sempat mendorong mata uang tersebut menguat sekitar 2 persen, meski analis meragukan keberlanjutan penguatannya.





