Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan teknologi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), resmi melakukan serah terima dokumen Final Detailed Design Documentation (FDDD) untuk proyek Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, sebagai bagian dari penguatan sistem layanan meteorologi maritim nasional.
Penyerahan dokumen FDDD menandai selesainya tahap perencanaan teknis secara menyeluruh. Tahapan ini menjadi dasar untuk melanjutkan ke fase implementasi, termasuk instalasi perangkat dan operasional sistem MMS-2 Paket 3.
Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan BMKG, tim Project Management Unit (PMU) MMS-2, serta mitra internasional seperti Agence Française de Développement (AFD) dan CLS.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa program Strengthening BMKG Climate and Weather Capacity Phase II (STR-2) yang dimulai sejak 2018 merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan meteorologi, khususnya di sektor maritim.
“Program ini menjadi kelanjutan penting dari MMS-1 untuk memperluas cakupan layanan sekaligus mengintegrasikan teknologi seperti big data dan kecerdasan buatan agar prakiraan cuaca semakin akurat,”kata Guswanto dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.
Ia menambahkan, pengembangan MMS-2 akan memperkuat jaringan observasi cuaca nasional melalui pemanfaatan coastal buoys atau buoy pesisir sebagai sistem pemantauan kondisi laut. Selain itu, peningkatan pemanfaatan data citra satelit dan pengembangan pemodelan berbasis kecerdasan buatan diharapkan mampu menghasilkan prakiraan cuaca dengan jangkauan lebih panjang dan akurasi yang lebih baik.
“Penyelesaian fase desain ini merupakan tonggak penting sebelum memasuki tahap implementasi. Ke depan, ketepatan waktu pelaksanaan dan keberlanjutan program harus menjadi prioritas,” tegas Guswanto.
BMKG juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prancis, AFD, CLS, serta seluruh tim yang terlibat dalam proyek tersebut.
Sementara itu, Project Director MMS-2 dari CLS, Michel Dejean, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung penguatan sistem meteorologi maritim di Indonesia.
“Dokumen FDDD ini merupakan hasil kajian teknis yang komprehensif dan dirancang untuk memastikan keandalan sistem dalam memantau kondisi laut serta memitigasi risiko cuaca ekstrem di wilayah maritim Indonesia,”ujar Michel.
Melalui penguatan sistem MMS-2, BMKG berharap kualitas layanan informasi meteorologi maritim dapat semakin meningkat, sehingga mampu mendukung keselamatan pelayaran, pengelolaan sumber daya laut, serta memperkuat ketahanan nasional terhadap bencana hidrometeorologi.
Editor: Redaktur TVRINews





