Ternate: Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melaporkan erupsi Gunung Dukono masih terjadi pada Jumat malam, 3 April 2026, dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 3.000 meter di atas puncak gunung.
"Erupsi Gunung Dukono masih berlangsung sampai Jumat malam sekitar pukul 22.18 WIT dengan tinggi kolom abu teramati setinggi 3.000 meter di atas puncak," kata petugas PGA, Bambang Sugiono, saat dihubungi dari Ternate seperti dilansir Antara, Sabtu, 4 April 2026.
Dia menjelaskan, erupsi Gunung Dukono mengeluarkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. "Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo 14 mm dan durasi 158,21 detik," ungkapnya.
Dia mengatakan, teramati 77 kali letusan dengan ketinggian kolom abu bervariasi antara 1.500 hingga mencapai 4.000 meter di atas puncak gunung."Saat ini Gunung Dukono berada pada status Level II atau Waspada," ujarnya.
Baca Juga :
Gunung Dukono Meletus Lagi, Abu Vulkanik Mencapai 4.000 Meter
Ia mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta pengunjung dan wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," katanya.
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta menyediakan masker guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan. Sebagaimana diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, sehari sebelumnya juga dilaporkan mengalami erupsi. Petugas PGA Dukono menyebut gunung tersebut mengalami erupsi pada Jumat sore dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 4.000 meter di atas puncak.
Gunung Dukono Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 4.000 Meter (Abdul Fatah)
Erupsi terjadi sekitar pukul 17.28 WIT dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 4.000 meter di atas puncak. Erupsi masih berlangsung pada saat itu. Kolom abu yang dihasilkan dari letusan tersebut teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu condong ke wilayah barat laut, mengikuti arah dan kecepatan angin di sekitar kawasan gunung.



