JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon untuk tetap berada di dalam bungker dan menghentikan seluruh aktivitas di luar markas.
Perintah tersebut disampaikan Agus saat melakukan videocall dengan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon, Jumat (3/4/2026).
“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar,” ujar Agus dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Menanggapi arahan tersebut, Komandan Satgas menyatakan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan perintah Panglima.
“Siap Panglima,” jawab Komandan Satgas.
Agus juga menekankan pentingnya menjaga semangat prajurit di tengah situasi yang memanas.
“Dan jaga moral prajurit supaya tetap semangat. Terima kasih,” kata dia.
Komandan Satgas kembali menegaskan kesiapan pasukannya.
“Siap Panglima, kami laksanakan,” ujar dia.
Baca juga: Tiga Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di Fasilitas PBB di Lebanon
Pada akhir percakapan, Agus kembali menyemangati prajurit yang bertugas.
“Tetap semangat,” kata dia.
“Siap. Terima kasih atas arahannya, kami sampaikan salam panggilan kepada semua prajurit. Garuda Prima!” jawab Komandan Satgas.
Arahan tersebut disampaikan menyusul gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi penjaga perdamaian di Lebanon.
Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.
Baca juga: Lukai Tiga Prajurit TNI, Asal-usul Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon Belum Diketahui
Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan terkena serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026), di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan yang melibatkan militer Israel dan kelompok bersenjata setempat.