Wajah Tri Hari Suci Paskah yang Hidup di Pelosok Nusantara

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Perayaan Tri Hari Suci Paskah di sejumlah pelosok Nusantara tak berhenti pada satu hari misa, tetapi menjelma menjadi rangkaian panjang prosesi yang merentang berhari-hari. Umat menapaki kembali kisah sengsara hingga kebangkitan Yesus melalui beragam tradisi yang hidup di tengah komunitasnya.

 

Kisah penyaliban dimaknai lewat laku budaya dari langkah hening hingga arak-arakan sarat simbol. Jalan kesengsaraan, via dolorosa, dihadirkan dalam rupa yang beragam, mengikuti tafsir dan kedekatan umat dengan lingkungan mereka.

Di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tradisi Semana Santa telah dijalankan selama ratusan tahun. Perayaan ini dikenal luas melalui prosesi mengarak patung Bunda Maria atau Tuan Ma yang berlangsung kolosal dan diikuti ribuan orang. 

Warisan sejak era Portugis itu tak hanya menjadi peristiwa religius, tetapi juga menarik peziarah dan wisatawan. Mereka datang beberapa hari sebelumnya, mengikuti perarakan dari laut dengan perahu, lalu berlanjut menuju Gereja Katedral Larantuka.

 Menjelang petang, patung Maria dan bayi Yesus diarak melintasi jalan-jalan kota sebelum kembali ke dalam gereja sebagai bagian dari rangkaian Jumat Agung. Umat berjalan mengiringi, sementara sebagian lain menyambut dari tepi jalan.

 

Bagi umat Katolik, puncak Paskah sesungguhnya merupakan klimaks dari perjalanan panjang yang dimulai sejak Rabu Abu. Sepekan menjelang Paskah diisi dengan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah. Setiap prosesi itu mengisahkan perjalanan Yesus menuju penyaliban, wafat, dan bangkit.

Di sejumlah daerah, kisah sengsara itu dihadirkan dengan cara yang berbeda. Ada yang memaknainya dalam doa khusyuk, ada pula yang memvisualisasikannya melalui drama atau tablo. Peristiwa penyaliban dihadirkan kembali sebagai upaya mengenang sekaligus menghayati makna pengorbanan.

Di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kapel Santo Petrus Kanisius, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, umat merayakan Paskah dalam kesederhanaan, 3 April 2025. Mereka memanggul salib dari bambu dihiasi janur dan kain putih, lalu berjalan menyusuri pematang sawah. 

 

Prosesi yang dipimpin Romo Matheus Sukmawanto itu menghadirkan jalan salib yang dekat dengan keseharian umat sebagai petani. Sebuah tafsir tentang harapan yang tumbuh dari tanah yang digarap setiap hari.

Setahun berikutnya, 25 Maret 2016, visualisasi penyaliban kembali dihadirkan dengan pendekatan serupa. Salib besar dari jerami dibangun di tengah lingkungan perdesaan Desa Lor Senowo. Drama penyaliban berlangsung dengan sentuhan kearifan lokal, menyatu dengan lanskap dan ritme hidup masyarakat setempat.

Di tempat lain, perayaan juga melibatkan warga lintas iman. Di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, umat menggelar kirab budaya dengan membawa kurungan ayam, 31 Maret 2013. Mereka mengusung tema ”Banjar Kurungan”. Inisiatif yang digagas Romo Vincentius Kirjito bersama seniman lokal ini menyampaikan pesan kebersamaan dan kerukunan.

 

Setiap komunitas menghadirkan Paskah dengan tema beragam, yang kerap bersinggungan dengan isu sosial hingga lingkungan. Makna itu disampaikan melalui kata, gerak, ataupun simbol yang membuat perayaan ini terus hidup dan relevan dari tahun ke tahun.

 

Perayaan yang paling umum adalah kisah penyaliban dihadirkan melalui visualisasi tokoh-tokoh dalam kitab suci lengkap dengan kostumnya. Adegan-adegan yang ditampilkan kerap menggugah rasa serta membangun suasana getir sekaligus harap, saat umat mengenang pengorbanan untuk menyambut perayaan Paskah.

Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Kenangan yang Hilang dari Kartu Lebaran 
Baca JugaArsip Foto Kompas: Suara Aksi Kamisan yang Terus Bergaung
Baca JugaArsip Foto ”Kompas”: Menyambut Natal dengan Sukacita dan Berbelanja

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terbongkar Peran dan Motif 3 Pelaku Penyiraman Air Keras Pria di Bekasi
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Tingkatkan Kualitas Layanan, Komdigi Siap Kolaborasi Pemanfaatan AI ke BPJS Kesehatan
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Jumlah Pengungsi Banjir Demak Terus Bertambah, Kini Mencapai 2.893 Orang
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Ragunan Bakal Tambah Jam Operasional Malam, Khusus Pengunjung Olahraga
• 2 jam laludetik.com
thumb
Cuaca Panas Imbas El Nino, Waspada Ancaman Dehidrasi dan Penurunan Imunitas
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.