JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies atau Celios Bhima Yudhistira menegaskan dirinya sebagai peneliti tidak gentar untuk terus melakukan penelitian mengenai kebijakan publik, meski mendapat teror penganiayaan hingga pembunuhan.
Demikian Bhima Yudhistira mengungkapkan teror yang dialaminya sebagaimana laporan Jurnalis Kompas TV Thfifal Solesa Waldi, Sabtu (4/4/2026).
“Kerja-kerja Celios ke depan terutama dalam melakukan penelitian kebijakan publik, advokasi kebijakan, itu tidak surut,” kata Bhima.
Bhima menuturkan, dirinya dan Celios justru mengalami peningkatan eksposur dengan adanya ancaman. Oleh karena itu, Bhima menilai orang yang mengancamnya dan Celios justru rugi.
“Justru engagement dengan media massa, misalnya. Pascakejadian, yang menanyakan soal kondisi ekonomi, analisis ekonomi politik, itu justru meningkat empat kali lipat,” ucap Bhima.
Baca Juga: Peneliti Celios Bhima Yudhistira Mengaku Diancam Disiram Air Keras
“Jadi, sebenarnya yang mengancam justru rugi karena Celios eksposurnya justru naik tajam dan itu membuktikan bahwa tim Celios, tim peneliti, baik ekonomi maupun kebijakan publik itu tidak gentar atau tidak takut.”
Bahkan, lanjut Bhima, sebagai peneliti dirinya dan Celios semakin produktif melakukan analisis dengan data yang kredibel.
“Justru kita semakin produktif, makin ditekan kita makin kompak, makin solid, dan makin banyak justru rekan-rekan yang tadinya, misalnya tidak terlalu dekat dengan Celios, tapi sekarang justru makin menanyakan update-update terkait dengan analisa,” ujar Bhima.
“Jadi, kita tetap kembali ke setelan pabrik untuk menganalisis dengan data yang kredibel dengan argumentasi yang substantif, sehingga ancaman-ancaman tadi itu hanya ancaman yang sifatnya pepesan kosong.”
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bhima yudhistira
- peneliti celios
- celios
- peneliti celios diancam
- peneliti celios diteror





