10 Hari di Luar Angkasa, Artemis II Siap Cetak Rekor Jarak Terjauh dari Bum

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

MISI Artemis II resmi dimulai setelah peluncurannya pada Rabu (1/4) kemarin pukul 18.35 ET atau dalam dalam zona waktu Indonesia, pada Kamis (2/4) pukul 05.35 WIB. Sehari setelahnya, wahana Orion spacecraft menyalakan mesin selama 5 menit 50 detik saat berada di ketinggian sekitar 115 mil (185 kilometer) dari Bumi.

Manuver ini menjadi momen penting karena menandai pertama kalinya manusia meninggalkan orbit Bumi sejak Apollo 17 pada tahun 1972.

Empat astronaut yang menjalankan misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.

Baca juga : Menanti Sejarah di Langit, Mengapa Jendela Peluncuran Artemis 2 Sangat Terbatas?

Perjalanan 10 Hari dengan Lintasan Free Return

Misi ini akan berlangsung selama sekitar 10 hari, di mana Orion mengikuti lintasan free return trajectory yang memungkinkan pesawat mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi tanpa dorongan mesin tambahan.

Sejak hari pertama, kru langsung menjalankan uji coba, termasuk simulasi kendali manual selama 70 menit. Selama perjalanan, mereka akan hidup di dalam kapsul berdiameter sekitar 5 meter, menjalani aktivitas harian sekaligus melakukan eksperimen ilmiah.

NASA juga menjadwalkan siaran langsung hampir setiap hari, memungkinkan publik mengikuti perkembangan misi secara _real-time_.

Baca juga : Artemis II Tertunda Lepas Landas Akibat Kebocoran Hidrogen, Mengapa masih terjadi?

Pada hari ke-3, kru akan menguji sistem komunikasi melalui Deep Space Network, jaringan antena raksasa berdiameter sekitar 70 meter yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Memasuki hari ke-5, Orion akan melintasi sphere of influence Bulan, yaitu titik ketika gravitasi Bulan lebih kuat dibandingkan Bumi. Namun, selama sekitar 40 menit saat berada di sisi jauh Bulan, komunikasi dengan Bumi akan terputus total.

Hari ke-6: Puncak Misi dan Pecahkan Rekor

Puncak misi terjadi pada hari ke-6, saat Orion melakukan lintasan terdekat ke Bulan. Pada 6 April nanti, kru diperkirakan mencapai jarak maksimum sekitar 252.021 mil (405.000 kilometer) dari Bumi.

Jarak ini melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Apollo 13 pada tahun 1970, dengan selisih sekitar 3.366 mil (5.400 kilometer).

Dalam fase ini, astronaut akan mendokumentasikan permukaan Bulan, termasuk kawah dan formasi lava purba, untuk mendukung misi pendaratan di masa depan.

Pada hari ke-7, kru Artemis II dijadwalkan melakukan komunikasi dengan astronaut di International Space Station. Interaksi ini menjadi simbol kolaborasi antarmisi di luar angkasa.

Fase Akhir: Reentry dengan Risiko Tinggi

Setelah menyelesaikan lintasan mengelilingi Bulan, Orion akan kembali ke Bumi dan memasuki fase reentry dengan kecepatan lebih dari 30 kali kecepatan suara. Gesekan dengan atmosfer dapat memanaskan bagian luar kapsul hingga lebih dari 5.000 derajat Fahrenheit (2.760 derajat Celsius).

NASA sebelumnya menemukan kerusakan pada pelindung panas dalam uji coba Artemis I pada 2022. Untuk misi ini, jalur masuk telah diubah agar lebih aman dengan metode lintasan yang lebih halus.

Misi Artemis II menjadi langkah awal dalam rencana jangka panjang NASA untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan. (CNN Science/Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyiram Air Keras Bekasi Ingin Lampiaskan Dendam, tapi Tak Mau Korbannya Tewas
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Manulife Rampungkan Akusisi Schroders Indonesia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Masalah Paspor Belum Kelar, Dean James Akan Diparkir saat Go Ahead Eagles Menjamu PEC Zwolle
• 11 menit lalubola.com
thumb
Negara Tak Bisa Asal Serba Digital, ADB Beri Catatan Penting Ini!
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Putin dan Erdogan Desak Perang di Timur Tengah Segera Dihentikan
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.