Dukung Iran Lawan AS-Israel, Din: Ini bukan Saatnya Ungkit Perbedaan Sunni-Syiah!

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cendekiawan Muslim Prof Din Syamsuddin mengutuk keras tindakan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyerang wilayah Republik Islam Iran sejak akhir Februari lalu hingga kini. Menurut ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah 2005-2015 itu, seluruh kaum Muslim sudah sepantasnya berada dalam posisi mendukung Iran dalam melawan kezaliman Washington-Tel Aviv.

Selama ini, Iran memang dikenal luas sebagai sebuah negara yang menganut paham Syiah. Bagaimanapun, tegas Din, kini bukan saatnya mengungkit-ungkit perbedaan paham dalam lingkup keislaman, apalagi sampai takfiri.

Baca Juga
  • Sejarawan Ungkap Bukti Baru Peran Prancis dan India dalam Peristiwa Geger Sepehi 1812
  • UNIFIL Diserang Lagi, Tiga Personel TNI Terluka
  • Khawatir Gempa Susulan, Warga Mayau Ternate Mengungsi ke Perbukitan

Yang diperlukan sekarang adalah penguatan rasa persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Seruan persatuan ini pun, jelas Din, terus digaungkan tokoh-tokoh Muslim dari berbagai belahan dunia Islam, termasuk Grand Syekh al-Azhar, Syekh Ahmed el-Tayeb.

“Bukan saatnya lagi kita mempertentangkan perbedaan antara Sunni dan Syiah, Arab dan Persia. Kita adalah umat satu, dengan kitab suci yang satu---Alquran---dan satu kiblat, Ka’bah Baitullah," ucap Din Syamsuddin dalam jumpa pers usai menghadiri pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, HE Mohammad Boroujerdi, di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/4/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Din juga mengingatkan umat Islam, khususnya di Indonesia, agar tidak terjerumus dalam upaya adu domba (divide et impera) yang menurutnya dimainkan oleh pihak-pihak tertentu. Termasuk yang patut diwaspadai ialah propaganda dan dengungan para buzzer anti-Iran yang cenderung suka memecah-belah umat Islam.

Ia pun menyerukan kepada pemerintah RI dan masyarakat Tanah Air untuk turut menjaga persatuan umat dan tidak terprovokasi oleh narasi perpecahan.

“Saatnyalah untuk bersatu padu, untuk tidak terhasut, terprovokasi, oleh politik devide et impera ala kolonial penjajah yang mengadu domba di antara kita, umat Islam,” ujar Guru Besar Ilmu Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah itu.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Mengejutkan Andrie Yunus soal Kasus Penyiraman Air Keras
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia–Korea Sepakati MoU Offshore Plant untuk Teknologi, SDM, dan Reutilisasi Miga
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dibayangi Perang, Ibadah Jumat Agung Tetap Digelar Khusyuk di Gaza
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kasad Tinjau RS Dustira Tekankan Pelayanan Medis Cepat dan Profesional
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Daikin Perpanjang Garansi AC, Tingkatkan Kenyamanan dan Perlindungan Konsumen
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.