Gubernur Pramono: Sinergi Muhammadiyah–Pemprov DKI Perkuat Jakarta Sebagai Kota Global

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam mendukung berbagai program pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, khususnya dalam menyejahterakan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat menghadiri halalbihalal Idulfitri 1447 H bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/4).

“Saya mendapat dukungan, khususnya dari Bapak Ahmad Abubakar selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, dalam berbagai program, termasuk pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 warga Jakarta. Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan beliau dan jaringan yang dimiliki. Saya juga menerima banyak pesan motivasi dari warga Muhammadiyah dalam memimpin Jakarta,” ungkapnya, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Sabtu (4/4).

Gubernur Pramono berharap sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Muhammadiyah terus diperkuat menjadi kemitraan yang kokoh dan berkelanjutan. Dengan demikian, keduanya dapat berkontribusi bersama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.

“Banyak pembangunan di Jakarta saat ini melibatkan partisipasi masyarakat, bahkan tanpa menggunakan APBD. Misalnya, pembangunan taman, halte, dan ruang publik yang kini lebih tertata dan hijau. Ini merupakan hasil dari membangun kepercayaan bersama,” pungkas Gubernur Pramono.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah sejak lama menjalankan peran penting sebagai salah satu pilar kekuatan umat dan bangsa, termasuk dalam memperkenalkan tradisi halalbihalal.

“Muhammadiyah memandang halalbihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang sangat positif dan perlu dilestarikan, karena mengandung dua hal penting, yaitu silaturahmi dan saling memaafkan. Maka, saya mendukung kebiasaan baik tersebut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Majalah Suara Muhammadiyah pada 1924 menggunakan istilah “Chalal bil Chalal”, yang kemudian berkembang menjadi “Alal Bahalal” sebagai ajang silaturahmi untuk melebur dan menyatukan perbedaan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Seiring waktu, istilah tersebut berkembang menjadi halalbihalal seperti yang dikenal saat ini.

“Jika Muhammadiyah tidak memulai tradisi halalbihalal, atau bahkan menganggapnya sebagai bid’ah, tentu kondisi masyarakat kita hari ini akan sangat berbeda. Justru Muhammadiyah, melalui tulisan-tulisan di Suara Muhammadiyah, menegaskan bahwa halalbihalal merupakan sunnah hasanah, tradisi yang baik. Ini bagian dari sejarah Muhammadiyah,” jelasnya.

Baca Juga: 72 Siswa Keracunan MBG, Pramono Anung Jenguk dan Pastikan Semua Korban Tercover BPJS

Baca Juga: Pramono Perketat Perjalanan Dinas Bagi ASN, 'Kalau Enggak Bermanfaat Tak Diizinkan'

Menurut Gubernur Pramono, konsep halalbihalal sangat relevan dalam membangun Jakarta sebagai kota yang menjadi rumah bagi semua kalangan, sekaligus mampu melebur perbedaan.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana Jakarta menjadi rumah bagi semua golongan, semua agama, dan semua kelompok, yang diperlakukan secara terbuka dan adil,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Pekerja Proyek di Jaksel Tewas Usai Hirup Gas Tangki Penampungan Air
• 18 jam laludetik.com
thumb
Tok! MK Putuskan BPK Satu-satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Avtur Melesat, Pemerintah Diminta Serius Antisipasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Lebih dari 12 Jam, Pendinginan Bengkel Terbakar di Cengkareng Belum Usai, Titik Api Kembali Muncul
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kemenbud Salurkan Rp500 Miliar Lewat Dana IndonesiaRaya 2026 untuk Perluas Akses Budaya
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.