Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung resmi mendapat sanksi dari AFC jelang laga pekan ke-26 Super League 2025-2026 melawan Semen Padang. Sanksi itu diberikan usai terjadi kericuhan di AFC Champions League Two (ACL 2).
AFC resmi memberikan hukuman finansial kepada Persib Bandung menyusul insiden yang melibatkan suporter Maung Bandung di laga AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025-2026. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh AFC setelah Komite Etik dan Disiplin menggelar sidang pada Kamis, 1 April 2026.
Langkah AFC ini menjadi pukulan ganda bagi Persib yang sebelumnya telah terhenti di babak 16 besar ACL 2 usai dikalahkan klub asal Thailand, Ratchaburi FC. Skuad asuhan pelatih Bojan Hodak itu takluk dengan agregat tipis 1-3 dari dua pertemuan yang digelar.
Kekalahan Persib bermula dari laga tandang di Ratchaburi Stadium pada 11 Februari 2026, di mana Eliano Reijnders dan kolega tidak berdaya menghadapi agresivitas tuan rumah. Ratchaburi menggilas Persib dengan skor telak 3-0 melalui brace Tana di menit ke-5 dan 84, serta satu gol tambahan dari Gabriel Mutombo Kupa pada menit ke-53.
- AFC
Pada leg kedua yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tanggal 18 Februari 2026, Persib membutuhkan kemenangan empat gol tanpa balas untuk lolos. Namun perjuangan itu mentok setelah Maung Bandung hanya mampu menang 1-0 lewat gol tunggal Andrew Jung, ditambah situasi makin berat usai Uilliam Barros diusir wasit di akhir babak pertama.
Kekecewaan Bobotoh memuncak usai peluit panjang berbunyi hingga sejumlah suporter nekat masuk ke lapangan dan memicu kericuhan di dalam stadion. Situasi tersebut membuat laga leg kedua itu menjadi sorotan tajam dari AFC.
Namun sanksi yang dijatuhkan AFC kali ini justru berkaitan dengan insiden berbeda, yakni perkelahian yang terjadi di tribun Ratchaburi Stadium saat leg pertama berlangsung. AFC menyatakan bahwa oknum suporter Persib terlibat bentrok fisik dengan pendukung tuan rumah, yang dikategorikan sebagai tindakan tidak sportif.
"Penonton yang terkait dengan pihak Tergugat terlibat dalam perkelahian dengan penonton dari klub tuan rumah, yang merupakan tindakan tidak pantas," bunyi pernyataan resmi AFC.




