Hari Kelam AS-Israel saat 2 Jet Tempur dan 3 Drone Dilumpuhkan Iran

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel belum menemukan titik akhir. Situasi semakin memanas usai Iran menembak jatuh jet tempur milik AS dan Israel.

Dirangkum detikcom, Minggu (5/4/2026), total dua jet tempur dan tiga drone serta dua rudal jelajah yang jatuh ditembak Iran pada Jumat (3/4). Iran menyebutnya sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu (4/4), hubungan masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merinci serangkaian pencegatan yang berhasil di beberapa provinsi Iran.

Baca juga: Serangan Udara Israel Rusak Rumah Sakit di Lebanon

Dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (4/4), menurut pernyataan tersebut, pesawat tempur Pasukan Pertahanan Udara IRGC berhasil menghancurkan dua rudal jelajah di langit Khomein dan Zanjan.

Selain itu, dua drone serang MQ-9 ditembak jatuh di langit Isfahan, dan satu drone Hermes dihancurkan di langit Bushehr.

IRGC mengatakan pencegatan ini dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara canggih barunya, yang beroperasi di bawah kendali jaringan pertahanan udara terpadu negara tersebut.

IRGC mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Udara-nya juga berhasil menghancurkan sebuah jet tempur canggih milik musuh di wilayah Iran tengah. Pencarian terhadap pilotnya yang hilang terus berlanjut, dengan laporan bahwa ia gagal melontarkan diri dengan selamat.

Baca juga: Presiden Prabowo Salami Keluarga 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Juga pada hari Jumat (3/4), Angkatan Darat Iran mengumumkan bahwa jaringan pertahanan udara terpadu Republik Islam tersebut telah menembak jatuh pesawat tempur A-10 Warthog milik AS di perairan selatan negara itu dekat Selat Hormuz.

Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa pesawat yang menjadi sasaran itu "dilacak dan dihadang oleh sistem Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, dan kemudian jatuh ke perairan Teluk Persia."

Dalam pernyataannya, IRGC memperingatkan bahwa pertahanan udara Iran semakin tangguh seiring berlanjutnya perang dengan Amerika-Israel dan Israel.

"Dengan pemantauan yang inovatif, berkelanjutan, dan tepat oleh para pahlawan pertahanan udara Iran, langit Iran akan semakin tidak aman bagi jet tempur musuh agresor," demikian bunyi pernyataan IRGC tersebut.




(ygs/lir)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Periksa Kajari Karo dan Tiga Pegawai Terkait Kasus Amsal Sitepu
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Nenek Asal RI Bebas dari Hukuman Mati usai 15 Tahun Dipenjara Malaysia
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Antisipasi Harga Minyak, Grab Guyur Voucer BBM untuk Mitra Pengemudi di Singapura
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri Perkuat Pengamanan di Papua Tengah dan Maluku Utara, Ratusan Personel Dikerahkan
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Cuaca Jawa Timur Hari Ini Diperkirakan Berawan dengan Potensi Hujan Petir
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.