FAJAR, JEREZ – Profil pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kini mulai menjadi sorotan utama di paddock Moto3 2026. Menjelang seri keempat yang akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 26 April mendatang, statistik impresif remaja berusia 17 tahun ini menjadi alarm peringatan bagi para rival setingkat dunia.
Bukan tanpa alasan, Veda datang ke tanah Matador dengan modal rekam jejak yang solid di sirkuit tersebut serta performa awal musim yang mengejutkan.
Debutan yang Menggebrak
Meski berstatus sebagai rookie (pendatang baru) di kelas ringan Grand Prix tahun ini, Veda Ega tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Mengawali musim dengan status non-unggulan, pembalap asal Gunungkidul ini langsung membelalakkan mata dunia lewat dua hasil fantastis di seri sebelumnya:
Moto3 Thailand: Berhasil mengamankan posisi ke-5 setelah bertarung sengit di grup depan.
Moto3 Brasil: Mencetak sejarah dengan naik podium ketiga di Sirkuit Internasional Ayrton Senna—sebuah lintasan yang baru pertama kali ia jajaki.
Pada seri terakhir di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, Veda sebenarnya menunjukkan kecepatan luar biasa dengan mengamankan posisi start keempat. Sayangnya, insiden kecelakaan di tengah balapan memaksanya gagal finis saat tengah berjuang memperebutkan podium.
Dominasi Pengalaman di Jerez
Berbeda dengan sirkuit di Brasil atau Amerika yang asing baginya, Sirkuit Jerez adalah “halaman belakang” bagi Veda. Ia tercatat sudah melahap aspal Jerez sebanyak enam kali dalam berbagai ajang kompetitif.
Statistik Veda di Jerez menjadi bukti mengapa ia layak diwaspadai:
Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024: Mengalami pasang surut dengan satu kali DNF dan finis di posisi ke-11.
Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025: Veda menunjukkan kematangan luar biasa dengan berhasil finis ketiga dan naik podium pada balapan pertama.
FIM JuniorGP 2025: Menambah jam terbang dengan dua kali balapan, yang memperkuat pemahamannya terhadap titik pengereman dan karakteristik teknis sirkuit.
Menanti Tuah “Sirkuit Familiar”
Keunggulan utama Veda di GP Spanyol kali ini adalah faktor psikologis dan teknis. Jika di Brasil ia mampu meraih podium di sirkuit baru, maka membalap di Jerez yang sudah dikenalnya sejak masa Rookies Cup memberikan keuntungan besar dalam hal pencarian set-up motor yang lebih cepat.
Para rival kini tidak bisa lagi meremehkan pembalap bernomor motor kebanggaan Indonesia ini. Dengan kombinasi talenta alami, agresivitas sebagai rookie, dan memori podium di Jerez tahun lalu, Veda Ega Pratama berpotensi besar kembali mengibarkan Merah Putih di podium Moto3 Spanyol 2026.
Mengapa Veda Diunggulkan?
Kombinasi antara hasil finis ke-5 di Thailand (sirkuit familiar) dan podium ke-3 di Brasil (sirkuit baru) membuktikan bahwa Veda memiliki fleksibilitas tinggi.
Kembali ke Jerez dengan motor Moto3 yang lebih bertenaga akan menjadi ujian sekaligus peluang besar baginya untuk menembus jajaran elit klasemen.





