Laporan terbaru menunjukkan bahwa dalam operasi di wilayah Chicago, aparat penegak imigrasi federal telah menangkap ribuan imigran ilegal dengan catatan kriminal, termasuk puluhan warga Tiongkok.
EtIndonesia. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) pada September tahun lalu meluncurkan operasi bernama “Operation Midway Blitz”, yang menargetkan para imigran ilegal yang masuk ke negara bagian Illinois dengan memanfaatkan kebijakan perlindungan (sanctuary policy) untuk mencari suaka. Dalam operasi tersebut, lebih dari 4.500 orang berhasil ditangkap, termasuk seorang sopir truk dari Indiana.
Selain itu, berdasarkan analisis Chicago Tribune terhadap data hingga 10 Maret, dalam dua bulan pertama operasi tersebut, sekitar 3.800 orang telah ditangkap, dan hampir 2.500 orang telah dideportasi. Setelah November tahun lalu, jumlah agen federal yang dikerahkan ke wilayah Chicago memang menurun, namun hingga tahun 2026, masih terdapat ratusan penangkapan setiap bulannya.
Dari segi kewarganegaraan, warga Meksiko merupakan kelompok terbanyak yang ditahan, yaitu sebanyak 1.797 orang—lebih dari tiga kali lipat jumlah warga Venezuela. Tercatat pula 61 warga Rusia yang ditahan. Selain itu, lebih dari 140 warga Asia juga ditangkap, dengan jumlah terbanyak berasal dari India, yakni 65 orang. Dari 28 warga Tiongkok yang ditangkap, 11 orang telah dideportasi oleh pihak berwenang.
Sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden, kebijakan “America First” terus dilanjutkan, dengan peningkatan penindakan terhadap imigrasi ilegal dan pelaku kejahatan. Data menunjukkan bahwa dari para imigran ilegal yang ditangkap pada musim gugur tahun lalu, 23% menghadapi dakwaan pelanggaran ringan atau berat, dan 18% memiliki catatan hukuman sebelumnya.
Sebelumnya, Departemen Kehakiman AS juga mengumumkan bahwa, di bawah koordinasi satuan tugas anti-penipuan yang dipimpin oleh Wakil Presiden Vance, delapan orang telah ditangkap, termasuk tiga perawat, satu terapis chiropraktik, dan satu psikolog. Mereka diduga bersekongkol untuk melakukan penipuan terhadap sistem layanan kesehatan nasional dengan nilai lebih dari 50 juta dolar AS.
Enam terdakwa akan menjalani sidang pertama di pengadilan distrik pusat kota Los Angeles. Sementara satu terdakwa lainnya dijadwalkan hadir di pengadilan distrik di negara bagian Idaho. (Hui)
Dilaporkan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Guo Yuexi, dari Amerika Serikat.





