BALIKPAPAN, KOMPAS - Pasar yang dibangun Otorita Ibu Kota Nusantara atau IKN telah dioperasikan. Sebanyak 135 pedagang terdaftar dan mulai mengisi lapak bertahap di area yang disebut Pasar Segar ini.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengatakan, mulai 30 Maret 2026, pedagang sudah mulai menata barang dan menempati kios di dalamnya. Pasar yang berdiri di lahan seluas 5.880 meter persegi ini beroperasi setiap hari pukul 06.00 hingga 20.00 Wita.
“Pasar ini terdiri dari dua bangunan utama. Kedua (bangunan)-nya dua lantai. Bangunan pertama seluas 980,72 meter persegi, bangunan kedua seluas 970 meter persegi,” ujar Troy, Minggu (5/4/2026).
Pasar tersebut berada di lingkungan Pasar Rebo Sepaku yang sudah eksis sebelum IKN dibangun. Otorita IKN menata pasar tersebut secara bertahap dengan membangun Pasar Segar ini.
Jarak pasar ini sekitar 10 kilometer dari Rest Area IKN. Pasar tersebut terbagi menjadi 43 kios untuk kebutuhan kering, 10 kios basah, 36 los kering, dan 35 los basah.
Tersedia pula 11 unit area pujasera yang diperuntukkan bagi pedagang makanan dan minuman, lengkap dengan tempat bersantap. Troy menyebut, pasar juga dilengkapi kamera pengawas (CCTV) 24 jam untuk menunjang keamanan.
Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN Cakra Nagara menyatakan, pembagian lapak dilakukan sesuai jenis barang yang dijajakan.
Selain guna memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) yang sudah bertugas di IKN, pasar ini juga diproyeksikan bagi pengunjung dan warga sekitar. Ia memastikan, tata letak dan tata kelola pasar dilakukan dengan rapi dan standar tinggi.
“Kami ingin mengantisipasi tingginya kehadiran masyarakat yang datang ke kawasan IKN,” ujar Cakra dalam keterangan tertulis.
Selain sayur dan kebutuhan pokok, barang yang dijajakan di pasar ini meliputi konter telepon seluler dan aksesoris, pakaian, elektronik, barang pecah belah, kerajinan, hingga cinderamata IKN.
Ilmi, salah satu pedagang, turut menjajakan berbagai oleh-oleh bernuansa IKN di pasar tersebut. Ia melihat peluang adanya kunjungan warga dari berbagai daerah ke IKN.
Ia berharap bus yang biasa melayani wisatawan keliling IKN bisa menambah rute ke area pasar. “Pengunjung IKN bisa mampir ke sini sambil cari oleh-oleh,” ujarnya.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F03%2F02%2F415ae15589fccc98295f4481eae4f2cf-20260302PRI3HR.jpg)


