Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Vatikan
Paus Leo XIV menyerukan para pemimpin dunia untuk memilih jalan damai dalam Misa Paskah pertamanya sebagai pemimpin Gereja Katolik. Seruan tersebut disampaikan di hadapan ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu, 5 April 2026.
Dari balkon utama Basilika Vatikan yang dihiasi bunga mawar putih, Paus Leo mengingatkan bahaya konflik yang terus melanda dunia. Ia secara khusus menyoroti peran para pemegang kekuasaan dalam menentukan arah perdamaian global.
“Pada hari perayaan ini, marilah kita meninggalkan segala keinginan akan konflik, dominasi, dan kekuasaan, serta memohon kepada Tuhan agar menganugerahkan damai bagi dunia yang dilanda perang,” ujar Paus Leo XIV yang dikutip tvrinews.com dari BBC, Minggu, 5 April 2026.
Paus pertama kelahiran Amerika Serikat itu dalam beberapa pekan terakhir dikenal vokal mengkritik konflik global, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran. Dalam berbagai kesempatan, ia menyerukan deeskalasi dan penyelesaian damai.
Sebelum menyampaikan berkat “Urbi et Orbi” yang berarti “untuk kota dan dunia”, Paus Leo melambaikan tangan kepada umat yang memadati lapangan. Kawasan Vatikan tampak semarak dengan dekorasi bunga musim semi, termasuk ribuan bunga berwarna ungu, merah, dan putih.
Dalam pesannya, Paus juga menyinggung meningkatnya sikap apatis terhadap kekerasan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
“Kita mulai terbiasa dengan kekerasan, menyerah pada keadaan, dan menjadi tidak peduli terhadap kematian ribuan orang,” kata Paus Leo.
Berbeda dari tradisi sebelumnya, Paus Leo tidak secara eksplisit menyebut negara atau konflik tertentu dalam pidatonya. Ia lebih menekankan pesan universal tentang pentingnya perdamaian dan kemanusiaan.
Paus Leo turut mengenang pendahulunya, Paus Fransiskus yang menyampaikan pesan Paskah terakhirnya tahun lalu sebelum wafat.
Mengacu pada kisah kebangkitan Yesus Kristus, ia menekankan sang Juruselamat menunjukkan sikap tanpa kekerasan dalam menghadapi penderitaan, sebagai teladan bagi umat manusia.
Perayaan Paskah sendiri merupakan momen paling penting dalam kalender liturgi umat Kristiani, yang memperingati kebangkitan Yesus setelah penyaliban.
Menutup rangkaian misa, lonceng Vatikan berdentang diiringi tepuk tangan umat. Paus Leo kemudian menyampaikan ucapan Paskah dalam berbagai bahasa, termasuk Latin, Arab, dan Mandarin.
Ia juga mengumumkan akan kembali memimpin doa vigil untuk perdamaian pada 11 April mendatang. Dalam rangkaian Pekan Suci sebelumnya, Paus Leo kembali menegaskan pentingnya kepedulian terhadap korban konflik dan mengajak umat untuk aktif mendorong rekonsiliasi global.
Editor: Redaksi TVRINews





