Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Boyolali
Penantian panjang warga Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali selama 15 tahun akhirnya membuahkan hasil. Jembatan yang semula hanya berbahan sasak bambu kini mulai bersalin rupa menjadi jembatan permanen dengan material beton.
Lurah Sambeng Bambang Budiono menuturkan warga sudah mengajukan perbaikan dan pembangunan jembatan sejak belasan tahun lalu. Pembangunan ini baru berhasil diwujudkan pada tahun ini di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Dari awal jembatan sasak sudah mengajukan selama 15 tahun. Kemudian sekarang sudah mulai dibangun dengan jembatan beton dengan programnya Bapak Prabowo,” ujar Bambang saat diwawancara.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas realisasi infrastruktur yang sangat vital bagi mobilitas warga tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang sudah menyetujui untuk pembangunan Jembatan Beton Merah Putih ini,” tambahnya.
Kegembiraan senada juga dirasakan oleh warga setempat. Mereka mengaku antusias karena keberadaan jembatan beton ini diyakini akan memperkuat akses serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena untuk akses anak-anak sekolah, akses hasil pertanian bisa melancarkan, dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Selain kepada pemerintah pusat, warga juga mengapresiasi peran aktif personel TNI yang bahu-membahu dalam proses pembangunan jembatan permanen tersebut. Mengingat sebelumnya, jembatan sasak bambu yang ada sangat rapuh dan kerap hanyut saat diterjang banjir.
“Saya terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang semangat giat, terutama Bapak Kodim 07/24 Boyolali, sudah dibantu melalui jembatan permanen ini yang dulu-dulu pakai sasak, kalau hujan, banjir, hanyut,” katanya.
Sementara itu, Babinsa setempat Sersan Kepala Asmara turut menyatakan rasa syukurnya atas realisasi program unggulan ini. Ia berharap jembatan tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, terutama dalam memangkas waktu tempuh menuju pusat aktivitas ekonomi.
“Alhamdulillah pembangunan jembatan yang diajukan 15 tahun bisa terealisasi saat ini,” kata Asmara.
Menurutnya, jembatan ini juga berfungsi strategis sebagai jalur alternatif yang menghubungkan warga ke fasilitas pendidikan dan kantor pemerintahan.
“Semoga bisa memperlancar akses keluar, ke Pasar Juwangi kurang lebih 2 kilometer, sehingga memperlancar ekonomi masyarakat. Kemudian, ini juga (menjadi) jalur alternatif, apabila jalur utama digunakan misal untuk hajatan, maka bisa lewat ini. Ini juga jalur alternatif ke Kelurahan dan SDN 1,” ucap dia.
Editor: Redaksi TVRINews





