7 Desa di Cianjur Dilanda Banjir Akibat Sungai Meluap dan Hujan Deras

detik.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Banjir akibat luapan sungai dan drainase terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu malam. Akibatnya, ratusan rumah dan jalan utama terendam hingga mengalami kerusakan.

Informasi yang dihimpun, banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Awalnya ketinggian air hanya setinggi 10 centimeter, tetapi lantaran hujan deras terus mengguyur sejak Minggu sore hingga malam, ketinggian banjir terus naik.

"Hujannya dari sore. Tapi mulai banjir sekitar jam 8 malam. Bahkan tadi ketinggian air sampai 1 meter," kata Alawi (30), warga Desa Peuteuyconding, Kecamatan Cibeber, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Rel Terendam Banjir, KA Siliwangi ke Sukabumi Tertahan di Stasiun Cianjur

Menurut Alawi, banjir tidak hanya merendam bangunan, tetapi membuat lantai madrasah jebol.

"Iya madrasah atau tempat ngaji anak-anak juga sampai jebol. Barang-barang terendam semuanya," ucapnya.

Dia menyebut genangan air juga merendam jalan utama Cianjur-Cibeber. "Tadi sempat merendam jalan, kendaraan tidak bisa melintas karena banjirnya cukup tinggi," ujarnya.

Camat Cibeber Ardian Athoillah, mengatakan di Kecamatan Cibeber tercatat ada enam desa yang terdampak bencana banjir yang disebabkan luapan sungai usai diguyur hujan deras selama beberapa jam.

"Yang terdampak banjir ada enam desa. Untuk informasi sementara terendam puluhan rumah dan jalan. Tapi data pastinya yang terendam masih kami lakukan pengecekan di lapangan," kata Ardian.

Menurutnya, saat ini banjir sudah berangsur surut. Masyarakat pun mulai membersihkan rumahnya dari lumpur dan genangan.

"Kalau genangan di jalan surat surut, kalau di pemukiman masih ada genangan tapi hanya kurang dari 10 centimeter," ucapnya.

Baca juga: Kesal Suara Bising, Limbad Gigit Knalpot Brong Saat Razia Polisi di Cianjur

Dia mengatakan, masyarakat saat ini diminta untuk tetap waspada jika hujan kembali mengguyur. Selain itu, pascabanjir juga hewan liar berpotensi keluar dan masuk ke permukiman.

"Pascabanjir tetap harus waspada dari hewan liar seperti biawak dan ular. Kemudian cek juga alat elektronik serta jaringan listrik, khawatir masih ada aliran listrik yang membahayakan," ujarnya.

Di sisi lain, Kapolsek Cilaku AKP Isep menyebut di Kecamatan Cilaku hanya ada satu desa yang terkena banjir dengan total 30 rumah terendam.

"Untuk di Cilaku hanya ada satu desa yakni Desa Sukasari. Tidak ada korban, tapi sekitar 30 rumah terendam. Sekarang berangsur surut juga, warga mulai membersihkan rumahnya dari sisa air dan lumpur akibat banjir," kata Isep.




(fas/fas)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, KAI Alihkan Rute Perjalanan Sejumlah Kereta
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Denzel Dumfries Tampil Ke-200: Kemenangan Spesial Inter Milan Atas Roma
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Serangan Iran ke Kuwait Lukai 6 Warga
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Defisit APBN Kuartal I-2026 Tembus Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Hasil Percepatan Belanja
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Pengakuan Warga Palang Jalan Depan Rumah yang Viral di Sidoarjo, Alasannya Bikin Haru
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.