Tiga Negara Ajukan Impor Urea RI saat Selat Hormuz Ditutup

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya permintaan impor pupuk urea dari tiga negara kepada Indonesia di tengah penutupan Selat Hormuz. Hal ini dinilai mencerminkan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen urea strategis di tingkat global.

"Kita akan ekspor (pupuk) urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta," kata Mentan saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, dikutip dari Antara Senin (6/4).

Namun, Amran belum merinci negara mana saja yang mengajukan permintaan tersebut karena proses negosiasi masih berlangsung. Pemerintah berharap kesepakatan yang dicapai nantinya dapat memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia.

"Ya nanti, kan ini masih nego (negosiasi), supaya harga kita agak lebih bagus," ujarnya.

Pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan pupuk sejak awal tahun dengan mengamankan bahan baku, sehingga stok nasional tetap terjaga.

Menurut Amran, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan sarana produksi di tengah dinamika global.

Di sisi lain, ia menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum berdampak signifikan terhadap harga pangan dalam negeri. Stok beras nasional saat ini mencapai 4,5 juta ton, yang dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menegaskan ekspor urea tetap dilakukan selama kebutuhan domestik terpenuhi.

"Yang penting Indonesia aman dulu baru ekspor," kata Rahmad.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki kapasitas untuk mengekspor urea guna membantu negara-negara yang mengalami keterbatasan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz. Selama ini, pasar ekspor urea Indonesia mencakup Australia, India, dan Filipina.

Secara nasional, kapasitas produksi urea mencapai 8,8 juta ton secara operasional, dari kapasitas terpasang sebesar 9,4 juta ton. Di tengah lonjakan harga global dari sekitar 400 dolar AS per ton menjadi 800 dolar AS per ton, Indonesia dinilai tetap aman karena sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Adapun kuota ekspor pupuk urea ditetapkan sekitar 1,5 juta ton, dengan penyaluran yang bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi pasokan domestik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyelenggara Hajatan Tewas, Bupati Purwakarta: Percayakan Sepenuhnya kepada Kepolisian
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Walikota Makassar Ingatkan Camat dan Lurah: Pemerintahan Harus Solid dan Tidak Ada yang Tertinggal
• 11 jam laluterkini.id
thumb
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi di Tengah Konflik
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Perang Semakin Tak Terkendali, Trump Sebut akan Sasar Pembangkit listrik dan Jembatan
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Rare Earth Indonesia Diburu Dunia, Maroef Sjamsoeddin: Jangan Sampai Diganggu Aktivitas Tambang Ilegal
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.