Begadang Bukan Sekadar Kebiasaan: Tips Mengatur Pola Tidur Mahasiswa Keperawatan

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Suasana sudah senyap, nampak jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Seseorang duduk dengan posisi badan bersandar ke tembok, laptop masi menyala, dan matanya sudah terlihat sayu. Namun tugas belum usai. Gambaran situasi ini mungkin terasa sangat familiar, terutama bagi mahasiswa keperawatan.

Di balik kesibukan aktivitas mahasiswa mulai dari padatnya jadwal kuliah, praktikum, dan deadline tugas yang datang secara bersamaan. Begadang seringkali menjadi salah satu pilihan yang dilakukan oleh mahasiswa.

Dampak Begadang yang Sering Diremehkan

Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka tubuh akan terasa lelah keesokan harinya. Bahkan tubuh tidak hanya sebatas merasa lelah, tetapi kondisi ini juga dapat mengurangi tingkat fokus, penurunan daya tangkap, hingga membuat suasana hati seseorang terasa tidak stabil. Dalam dunia kesehatan perawat dituntut untuk memiliki ketelitian dan fokus yang tinggi, maka hal ini bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh.

Terlalu sering kurang tidur memiliki dampak yang cukup berpengaruh besar terhadap penurunan fungsi tubuh. Secara kognitif, mahasiswa yang sering tidak tercukupi waktu tidurnya akan mengalami penurunan daya ingat dan konsentrasi, sehingga dalam proses belajar menjadi kurang efektif. Jika dilihat dari sisi emosional, kurang tidur akan meningkatkan rasa cemas dalam diri, peningkatan stress, serta perubahan pada suasana hati yang tidak stabil. Keadaan ini akan dapat memengaruhi kinerja akademik maupun interaksi sosial.

Kenapa Begadang Sering Terjadi?

Mahasiswa yang sering begadang umumnya disebabkan oleh dirinya sendiri yang tidak dapat mengelola waktunya dengan baik. Rata-rata mahasiswa menyepelekan tugas dengan tenggat waktu pengumpulan yang cukup lama, mereka sering mengabaikan tugas tersebut. Hal ini akan menyebabkan tugas menumpuk dengan tugas lainnya, pada akhirnya mereka terpaksa harus menyelesaikan tugas tersebut dalam waktu yang sempit terutama pada malam hari. Terlebih lagi di era digital penggunaan gadget secara berlebihan juga turut memperburuk kualitas tidur karena cahaya biru yang dipancarkan dari layar dapat mengganggu produksi hormon tidur.

Menurut kajian Pola Tidur pada Produktivitas Mahasiswa (2025), menjelaskan bahwa normal durasi waktu tidur pada manusia adalah enam hingga delapan jam per malam. Namun bila pola tidur kita tidak baik risiko gangguan kesehatan fisik dan mental akan muncul. Artikel ilmiah dalam jurnal tersebut juga menegaskan bahwa pada saat kita tertidur, tubuh akan mengalami proses pemulihan alami, termasuk juga pembentukan sel baru dan perbaikan sel rusak dapat terjadi. Selama kita tidur organ tubuh turut serta beristirahat.

Tips Mengefektifkan Waktu Tanpa Harus Begadang

Untuk itu mahasiswa perlu menerapkan manajemen waktu yang efektif agar terhindar dari permasalahan. Berikut tips yang bisa dilakukan mahasiswa untuk menghindari masalah tersebut:

Pertama, menyusun prioritas tugas berdasarkan tingkat urgensi. Mahasiswa harus bisa mengatur dan mengerjakan tugas yang mendesak atau waktu pengumpulan tugas singkat.

Kedua, berdasarkan tingkat kepentingan. Perlu diperhatikan tugas yang paling penting harus diutamakan untuk segera menyelesaikannya.

Ketiga, mengatur estimasi waktu pengerjaan tugas. Penting untuk mengatur estimasi waktu agar dalam pengerjaan tugas dapat diselesaikan dengan efektif

Keempat, mengukur tingkat kesulitan. Jika dirasa tugas yang diberikan tingkat kesulitannya cukup tinggi maka mahasiswa perlu memprioritaskan tugasnya.

Dengan menerapkan tips tersebut, mahasiswa mampu menyelesaikan tugas secara bertahap tanpa harus menunggu sampai mendekati batas waktu pengumpulan tugas sehingga mahasiswa tidak perlu mengorbankan waktu tidurnya.

Hal di atas sejalan dengan pendapat menurut studi yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Negeri Malang (2022), yang menyatakan bahwa kemampuan manajemen waktu yang baik pada mahasiswa sangat berperan penting dalam mengatasi prokrastinasi akademik pada mahasiswa, sehingga tugas dapat diselesaikan secara lebih teratur, efektif, dan tepat waktu.

Menurut Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha (2025), pada dasarnya mahasiswa sudah memahami pentingnya pengelolaan waktu, namun masih banyak yang kesulitan dalam mengatur keseimbangan antara aktivitas akademik dan waktu beristirahat. Oleh karena itu, agar produktivitas dapat meningkat mahasiswa perlu mengatur waktu belajar secara terstruktur. Menyeimbangkan waktu belajar dan istirahat akan mencegah timbulnya kelelahan. Selain itu, kebiasaan menunda tugas yang dianggap mudah juga sebaiknya dihindari karena justru dapat meningkatkan risiko begadang dan berdampak pada menurunnya kualitas belajar.

Selain itu kebanyakan mahasiswa jika memiliki waktu luang di malam hari tanpa mengerjakan tugas, mereka sering menggunakan waktunya untuk bermain gadget hingga mendekati waktu tidur. Hal ini harus diperhatikan karena menurut Jurnal Keperawatan Terapan (2025), dalam penelitiannya waktu penggunaan gadget sebelum tidur yang melebihi batas ideal bisa menyebabkan produksi hormon melatonin dan kualitas tidur. Bahkan perlu diketahui bahwa penggunaan gadget lebih dari 30 menit sebelum tidur dapat meningkatkan risiko insomnia. Hal ini sejalan dengan rekomendasi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu (2022), yang menyatakan penggunaan gadget sebelum tidur memiliki hubungan dengan terjadinya insomnia.

Pentingnya Menjaga Pola Tidur Sehat

Penerapan rutinitas tidur yang teratur juga merupakan aspek krusial dalam mempertahankan kesehatan. Dengan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya, tubuh akan lebih mudah beradaptasi dengan ritme biologisnya. Selain itu, memanfaatkan waktu senggang untuk menyelesaikan tugas juga bisa membantu mengurangi tekanan pekerjaan, sehingga tidak perlu dikerjakan sekaligus di malam hari.

Dari penjelasan yang telah disampaikan, bisa ditarik kesimpulan bahwa kebiasaan begadang bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan tugas akademik, melainkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan kinerja mahasiswa. Kurang tidur dapat mempengaruhi fokus, emosi tidak stabil, serta ketahanan fisik, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas belajar.

Mahasiswa keperawatan sebagai calon profesional kesehatan seharusnya mampu menerapkan gaya hidup sehat, termasuk dalam menjaga kualitas tidur mereka. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kesadaran dalam mengatur waktu secara efisien agar keseimbangan antara kegiatan akademik dan kesehatan dapat tercapai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Noel Ebenezer Ajukan Izin Berobat, Mengaku Perlu Operasi Pembuluh Darah Otak
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Ramalan Zodiak 6 April 2026: Aries Akan Temukan Pasangan, Scorpio Romantis
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Purbaya Bantah Isu APBN Hanya Cukup 2 Minggu di Tengah Krisis Minyak
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
SBY Ceritakan Pengalamannya di PBB, Investigasi Pelanggaran Gencatan Senjata
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Istigasah Ciamis, Ulama Dorong Penegak Hukum Lebih Berani soal KM 50
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.