Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya, Senin (6/4/2026) dengan melakukan ground breaking di Pasar Gardu Asem sebagai bentuk simbolik pelaksanaan revitalisasi.
Pramono mengatakan keberadaan pasar di Jakarta memiliki peran penting dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan banyak hal yang membawa ketentraman, terlebih jika harga di pasar tidak melonjak.
Selain itu dia menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan mengebut revitalisasi dan memodernisasi 153 pasar di Jakarta, salah satunya mendorong pembayaran digital seperti Qris.
"Alhamdulillah (pembayaran dengan Qris) berhasil dengan baik pada waktu itu meningkat 47%, transaksinya juga menjadi lebih baik, dan yang paling penting dan paling utama adalah dengan kris orang misalnya dengan digitalisasi, apakah nanti pakai Qris atau pakai yang lainnya, itu akan secara signifikan juga mengurangi copet," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan mengatakan untuk Pasar Gardu Asem berasal dari anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD) tahun anggaran 2017 sebesar Rp10,2 miliar, dan Pasar Kramat Jaya dari PMD tahun anggaran 2016 sebesar Rp10,6 miliar.
"Pembangunan ini dibiayai oleh anggaran PMD untuk Pasar Kramat Jaya sumbernya dari PMD 2016 sebesar Rp10,2 miliar, kemudian Pasar Gardu Asem PMD tahun 2017 sebesar Rp10,6 miliar," katanya saat Groundbreaking Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Agus mengatakan para pedagang telah direlokasi sehingga aktivitas jual-dagang tetap berlangsung. Kedua pasar akan difasilitasi dengan musala, CCTV, panel surya, pembuangan sampah sementara,toilet umum, hingga ruang laktasi. Rencananya revitalisasi rampung pada tahun 2027.
"Dapat kami laporkan juga bahwa pelaksanaan pembangunan kedua pasar tersebut insyaallah akan selesai pada akhir Januari 2027 untuk Pasar Kramat Jaya atau lebih kurang 8 bulan dan akhir Maret 2027 untuk Pasar Gardu Asem lebih kurang 11 bulan," tandasnya.





