Jarang Berhubungan Intim? Ini 6 Dampak Buruk Jika Pria Terlalu Lama Absen dari Aktivitas Seksual

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Hubungan intim bukan sekadar penyaluran hasrat biologis semata. Bagi pria, aktivitas seksual yang rutin ternyata punya segudang manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Sebaliknya, jika seorang pria terlalu lama “puasa” atau jarang berhubungan seksual, ada berbagai risiko kesehatan yang mengintai.

Lalu, apa saja dampaknya jika pria jarang melakukan aktivitas tersebut? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Rentan Stres dan Mudah Gelisah

Saat pria mencapai orgasme, tubuh melepaskan hormon endorfin. Hormon ini dikenal sebagai “obat bahagia” alami yang berfungsi meredakan nyeri dan menenangkan pikiran.

Menurut ulasan medis Vinmec, bagi banyak pria, seks adalah cara efektif untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Tanpa aktivitas ini, tingkat stres bisa meningkat, membuat suasana hati jadi gampang bad mood dan gelisah.

2. Produktivitas Kerja Menurun

Kurangnya aktivitas seksual ternyata bisa berpengaruh ke kantor. Pria yang kurang penyaluran cenderung lebih emosional, kurang sabar, dan sulit fokus saat bekerja.

Selain itu, hubungan intim membantu pria mendapatkan tidur yang lebih berkualitas. Tidur yang nyenyak adalah kunci energi positif di pagi hari. Tanpa itu, tubuh akan terasa lemas dan produktivitas kerja otomatis bisa merosot.

3. Risiko Disfungsi Seksual

Istilah “use it or lose it” ternyata punya dasar medis. Penelitian menunjukkan bahwa pria, terutama yang memasuki usia 50-an, yang tidak aktif secara seksual dalam waktu lama lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi.

Jarang melakukan aktivitas seksual juga bisa membuat kontrol tubuh saat berhubungan menjadi kurang fleksibel atau canggung, yang akhirnya memicu gangguan pada kemampuan seksual.

4. Tekanan Darah Jadi Tidak Stabil

Seks yang rutin dianggap sebagai latihan fisik yang baik untuk fungsi kardiovaskular. Berbagai riset membuktikan bahwa pria yang aktif secara seksual memiliki tekanan darah yang lebih stabil. Sebaliknya, mereka yang “lapar” seksual dalam waktu lama berisiko memiliki tekanan darah yang lebih tinggi, yang jika dibiarkan bisa memicu komplikasi jantung.

5. Sistem Imun Melemah

Ingin jarang jatuh sakit? Ternyata rahasianya ada pada kebahagiaan tubuh. Sebuah studi menemukan bahwa pria yang berhubungan seks 1-2 kali seminggu memiliki kadar antibodi yang lebih tinggi dalam tubuhnya. Antibodi ini sangat efektif melawan virus seperti flu. Jika absen terlalu lama, daya tahan tubuh pria cenderung lebih lemah terhadap serangan penyakit.

6. Meningkatnya Risiko Penyakit Prostat

Ejakulasi secara rutin sangat penting bagi kesehatan pria karena membantu “membersihkan” kelenjar prostat. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang sering ejakulasi memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat atau pembengkakan prostat (BPH). Aktivitas seksual yang sehat adalah cara alami untuk menjaga kesehatan organ reproduksi ini.

Jika situasi tidak memungkinkan untuk berhubungan dengan pasangan dalam waktu lama, para ahli menyebutkan bahwa masturbasi bisa menjadi alternatif medis untuk membantu menjaga kesehatan prostat serta menjaga stabilitas mental.

Menjaga kehidupan seksual tetap aktif bukan hanya soal kepuasan, tapi juga investasi agar tubuh tetap bugar dan panjang umur. Jadi, pastikan kesehatan fisik dan mental Anda tetap terjaga dengan keseimbangan aktivitas yang tepat! (* Nin)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Guru dan Pendidikan: Mengajar Ilmu atau Membentuk Karakter Siswa?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Beban RS Meningkat, Thailand Berencana Wajibkan Asuransi bagi Turis Asing
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Dibuka Melemah 0,66 Persen, Analis Prediksi Masih Tertekan
• 13 jam laludisway.id
thumb
Fraksi Golkar Soroti Skema Non-Conviction Based di RUU Perampasan Aset
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
LKPJ 2025 Layak, Gubernur Khofifah Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.