Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat-Israel telah menewaskan kepala intelijennya pada hari Senin (6/4).
"Mayor Jenderal Majid Khademi, kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam yang berpengaruh, gugur dalam serangan teroris kriminal oleh musuh Amerika-Zionis... pada subuh hari ini," kata Garda Revolusi dalam unggahan di saluran Telegram mereka, dilansir kantor berita AFP, Senin (6/4/2026).
Puluhan warga sipil, termasuk enam anak-anak, dilaporkan tewas dalam serangan udara AS-Israel terbaru di seluruh wilayah Iran.
Kantor Humas Layanan Medis Darurat Teheran melaporkan pada Senin (5/4) pagi setempat, bahwa empat anak perempuan dan dua anak laki-laki di bawah usia sepuluh tahun termasuk di antara para korban tewas. Lembaga tersebut mengatakan bahwa anak-anak yang tewas itu "menjadi korban kekerasan yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka yang polos dan kekanak-kanakan."
Lembaga tersebut menambahkan bahwa rincian lebih lanjut - termasuk lokasi pasti kejadian, jumlah kemungkinan korban luka, dan status operasi penyelamatan - akan diumumkan nanti.
Sebelumnya, Gubernur Baharestan mengatakan bahwa daerah permukiman di kabupaten tersebut menjadi sasaran serangan gabungan AS-Israel pada Senin dini hari waktu setempat.
Ia menyatakan bahwa dua unit perumahan di kompleks perumahan Qaleh Mir hancur, dengan 13 orang dipastikan tewas dan 20 orang lainnya terluka, semuanya telah dibawa ke fasilitas medis.
Tim pencarian dan penyelamatan masih berada di lokasi, tambahnya, dan operasi terus dilakukan untuk menemukan korban lainnya.
(ita/ita)





