Intelijen Iran Tewas, Trump Ancam Serangan Masif

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Teheran

Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Majid Khademi di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Eskalasi konflik di Timur Tengah Kembali Memanas setelah Iran mengonfirmasi tewasnya Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi. Khademi dilaporkan gugur dalam serangan udara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel pada Senin 6 April 2026 pagi waktu setempat.

Pihak Israel secara resmi telah mengklaim tanggung jawab atas operasi tersebut, yang terjadi hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu krusial yang ditetapkan oleh Gedung Putih.

Ancaman Infrastruktur dari Washington

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya telah menetapkan batas waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada Selasa pukul 20.00 ET. 

Dalam pernyataan kerasnya, Trump memperingatkan konsekuensi destruktif jika kesepakatan tidak segera tercapai.

"Hari Selasa (7 April 2026) akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan' yang digabungkan menjadi satu di Iran. Belum pernah ada yang seperti ini sebelumnya!" tegas Trump melalui pernyataan resminya.

Menanggapi gertakan tersebut, Teheran memperingatkan bahwa mereka telah menyiapkan balasan yang "jauh lebih merusak." Situasi ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas.

Diplomasi di Ambang Tanduk

Koresponden internasional  diantaranya BBC News melaporkan bahwa upaya diplomasi menit-menit terakhir kini tengah diupayakan secara intensif oleh berbagai pihak mediator. 

Namun, seorang sumber internal mengungkapkan bahwa stabilitas sulit dicapai tanpa adanya kesepakatan gencatan senjata terlebih dahulu.

"Diplomasi darurat sedang dipercepat untuk meredakan ketegangan, namun tuntutan utama saat ini tetaplah penghentian kekerasan di lapangan," lapor Lyse Doucet dari lokasi kejadian.

Krisis Kemanusiaan dan Militer

Di Washington, Presiden Trump dijadwalkan memberikan keterangan terbaru mengenai operasi penyelamatan seorang penerbang AS. 

Pilot tersebut hilang setelah jet tempurnya ditembak jatuh di atas wilayah udara Iran beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, pertempuran terus meluas melintasi perbatasan, melibatkan wilayah Israel, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. 

Data terbaru menunjukkan ribuan nyawa telah melayang dalam konflik ini, dengan korban jiwa terbanyak terkonsentrasi di wilayah Iran dan Lebanon.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bola Salju Kajari Karo Diamankan Kejagung Buntut Kasus Amsal Sitepu
• 14 jam laludetik.com
thumb
Tiga Nyawa Satu Sikap: Berhenti Jadi Legitimasi bagi Israel dan Amerika
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Serangan Iran ke Kuwait Lukai 6 Warga
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Berikan Dosen Satu Hari WFH untuk Efisiensi Kerja
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Kejagung Terima Laporan Masyarakat Sipil Soal Genosida Rohingya di Myanmar
• 6 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.