PT Bank CIMB Niaga Tbk meluncurkan OCTOBIZ sebagai platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu pelaku usaha dalam mengelola transaksi bisnis, baik domestik maupun internasional, secara lebih praktis, efisien, dan aman.
Direktur Business Banking CIMB Niaga, Rusly Johannes, menyampaikan kebutuhan pelaku usaha saat ini tidak hanya sebatas kemudahan bertransaksi, tetapi juga mencakup sistem yang mampu meningkatkan transparansi arus kas serta memperkuat pengelolaan keuangan.
“Kami ingin OCTOBIZ ini benar-benar terasa manfaatnya bagi nasabah kami semua. Dan kami lihat bahwa platform transaksi ini tidak hanya membantu menjalankan transaksi sehari-hari.Tapi juga harus lebih efisien, memakainya proses revision dan mengambil keputusan juga bisa cepat dan tepat,” kata Rusly dalam Press Conference OCTOBIZ di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/4).
OCTOBIZ dikembangkan sebagai platform terpadu yang memungkinkan pelaku usaha mengelola seluruh kebutuhan finansial bisnis melalui satu dashboard. Dengan fitur yang komprehensif, pengguna dapat mengatur arus kas secara terintegrasi, memantau aset dan liabilitas secara real-time, serta melakukan transaksi dalam dan luar negeri, termasuk transfer lintas mata uang tanpa konversi berlapis.
Selain itu, platform ini juga mendukung berbagai kebutuhan operasional bisnis, seperti pengelolaan payroll dalam jumlah besar, pembayaran pajak dan tagihan rutin, pengelolaan likuiditas melalui penempatan deposito secara daring, hingga fasilitas supply chain financing yang terintegrasi dalam satu sistem.
“Kami menghadirkan platform ini sebagai pendamping setia sekaligus solusi komprehensif bagi nasabah bisnis dalam mengelola seluruh kebutuhan perbankan usahanya secara lebih cerdas dan produktif,” kata Rusly.
Head of Transaction Banking CIMB Niaga, Joni Hermanto, mengatakan saat ini terdapat sekitar 21 ribu nasabah perusahaan yang telah tergabung dalam layanan OCTOBIZ, dengan pertumbuhan jumlah nasabah sekitar 2 persen setiap bulannya.
“Kita melihat pertumbuhan nasabah itu yang kita butuhkan adalah yang aktif. Jadi kita maunya onboard nasabah yang aktif bukan hanya sekadar meng-onboard nasabah-nasabah. Itu yang kita butuhkan saat ini. Nah, targetnya tinggi-tingginya,” jelas Joni dalam kesempatan yang sama.
Kemudian dari sisi keamanan, Joni menjelaskan sistem perlindungan dibagi menjadi dua lapisan, yakni sebelum dan saat nasabah menggunakan aplikasi. Sebelum masuk ke aplikasi, CIMB Niaga telah menerapkan sistem deteksi kecurangan untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak wajar.
“Tapi ada notifikasi bahwa nasabah ini sudah lama tidak melakukan login ke dalam sistem, tiba-tiba login. Apakah ini genuine atau nggak, itu akan ada alert,” lanjut Joni.
Di dalam aplikasi OCTOBIZ sendiri, keamanan diperkuat dengan teknologi enkripsi 128-bit yang dinilai sangat sulit untuk ditembus. Selain itu, terdapat pula perlindungan tambahan seperti firewall untuk menjaga sistem dari potensi gangguan eksternal, sehingga secara keseluruhan sistem dinilai sudah sangat aman.
“Kita juga melakukan edukasi ke dalam nasabah. Jangan sampai mereka terjebak ke dalam link-link yang tidak sesuai, sehingga mendapatkan browser itu mendapatkan akses kepada aplikasi yang aslinya,” jelas Joni.




