jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyebut pihaknya sedang mengatur waktu agar bisa menggelar rapat bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
"Kami sedang menjadwalkan, nih. Sebab, beliau juga bukannya enggak mau, kadang beliau, kan, juga jadwalnya sudah sebulan di muka," kata Utut menjawab pertanyaan awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
BACA JUGA: Soal Sanksi Kajari Karo dan Jajarannya, Komisi III DPR: Kami Serahkan ke Kejagung
Dia berharap negara tak membuat kebijakan yang salah setelah rapat bersama Menhan membahas kasus gugurnya prajurit.
"Jadi, kami lihat yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta, dan kami mengambil kebijakan enggak keliru," lanjut Utut.
BACA JUGA: Masyarakat Sipil Khawatir Peradilan Militer Tak Transparan Usut Kasus Andrie Yunus
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu menyebut agenda rapat Komisi I dengan Sjafrie bakal membahas soal gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
"Ya, itu, yang prajurit yang gugur. Kita semua, kan, berduka. Mudah-mudahan enggak ada lagi yang gugur," lanjut Utut.
BACA JUGA: Dukung Revisi KUHAP, Akademisi Unusia Harap Kuasa Penyidikan Tetap di Bawah Kepolisian
Eks pecatur itu melanjutkan pembahasan rapat dengan Menhan juga membahas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
"Teus juga soal mudah-mudahan bagaimana sikap kami jangan sampai terulang lagi kasus penyiraman. Terus itu kira-kira agendanya kira-kira itu," ujar Utut.
Diketahui, Puspom TNI menahan empat prajurit dari Badan Intelijen Strategis (BAIS), karena diduga sebagai pelaku penyiraman.
Keempat terduga pelaku ialah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES yang berasal dari satuan TNI AL serta AU.
Belakangan, Letjen Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatan sebagai KaBAIS setelah insiden kasus penyiraman air keras.
TNI kemudian menetapkan Letjen Richard Tampubolon sebagai Pjs KaBAIS usai proses penyerahan jabatan Letjen Yudi Abrimantyo.
Utut mengatakan Komisi I tidak bisa mendesak TNI untuk segera menetapkan pejabat definitif di posisi KaBAIS.
"Ya, yang begini-begini biar nanti mereka menjelaskan dahulu. Saya kalau enggak, nanti saya berspekulasi. Kalau orang kayak saya ini konsepnya membuat situasi tambah klir, bukan untuk membuat tambah gaduh," kata dia. (ast/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
BACA ARTIKEL LAINNYA... Isak Tangis Sambut Kedatangan 3 Prajurit TNI yang Gugur dalam Tugas di Lebanon
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan




