Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat di kementeriannya tidak akan mengganggu produktivitas sektor pertanian meski menghadapi potensi fenomena El Nino.
"Nggak masalah. Hubungannya WFH ASN (jajaran Kementerian Pertanian) dengan produktivitas (pertanian) nggak masalah," kata Amran ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Amran mengatakan, kinerja ASN di sektor pertanian tetap optimal karena sistem pengawasan dan koordinasi dapat dilakukan secara digital melalui berbagai saluran komunikasi seperti telepon dan aplikasi pesan WhatsApp.
"ASN Pertanian tidak berdampak karena kita kontrol dari mana saja. Kami kan kontrol seluruh Indonesia melalui WA, melalui telepon," ujar Amran.
Baca juga: Kemarin, stok beras 4,5 juta ton hingga realisasi diskon tiket Pelni
Menurutnya, para pejabat hingga tingkat direktur jenderal tetap dapat mengendalikan aktivitas pertanian di seluruh Indonesia, termasuk memantau kelompok tani dan penyuluh lapangan dari mana saja.
Mentan menegaskan, kebijakan WFH tidak memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas pertanian, mengingat aktivitas utama produksi tetap dilakukan oleh petani yang bekerja langsung di lapangan.
"Kan kalau teman-teman kami dari Dirjen (direktur jenderal), direktur mau kerja WFH oke, nggak masalah karena dia kontrol semua kelompok tani, petani, PPL (penyuluh petani lapangan), itu dari di mana pun berada. Jadi nggak masalah," tuturnya.
Ia menambahkan, petani sebagai pelaku utama sektor pertanian tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di lahan, sehingga tidak terdampak oleh kebijakan kerja fleksibel yang diterapkan bagi ASN.
Baca juga: Mentan: Beras SPHP ukuran 2 kg dalam tahap desain kemasan
Dalam menghadapi tantangan El Nino dan dinamika geopolitik global, pemerintah juga memastikan berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.
Dengan kesiapan tersebut, Mentan optimistis sektor pertanian tetap berjalan aman dan produktif, serta didukung kondisi stok pangan khususnya komoditas beras yang melimpah mencapai 4,5 juta ton sehingga mampu menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat Indonesia.
"Udah aman, kita sudah siapkan. Jadi kalau petani tetap bergerak karena dia petani, kan bukan ASN," kata Amran.
Sebelumnya, pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan berlaku mulai 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.
"Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat yang diatur melalui surat edaran (SE) dari MenpanRB dan SE Mendagri," kata Airlangga.
Baca juga: Mentan: Ada negara minta impor pupuk urea RI saat Hormuz ditutup
"Nggak masalah. Hubungannya WFH ASN (jajaran Kementerian Pertanian) dengan produktivitas (pertanian) nggak masalah," kata Amran ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Amran mengatakan, kinerja ASN di sektor pertanian tetap optimal karena sistem pengawasan dan koordinasi dapat dilakukan secara digital melalui berbagai saluran komunikasi seperti telepon dan aplikasi pesan WhatsApp.
"ASN Pertanian tidak berdampak karena kita kontrol dari mana saja. Kami kan kontrol seluruh Indonesia melalui WA, melalui telepon," ujar Amran.
Baca juga: Kemarin, stok beras 4,5 juta ton hingga realisasi diskon tiket Pelni
Menurutnya, para pejabat hingga tingkat direktur jenderal tetap dapat mengendalikan aktivitas pertanian di seluruh Indonesia, termasuk memantau kelompok tani dan penyuluh lapangan dari mana saja.
Mentan menegaskan, kebijakan WFH tidak memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas pertanian, mengingat aktivitas utama produksi tetap dilakukan oleh petani yang bekerja langsung di lapangan.
"Kan kalau teman-teman kami dari Dirjen (direktur jenderal), direktur mau kerja WFH oke, nggak masalah karena dia kontrol semua kelompok tani, petani, PPL (penyuluh petani lapangan), itu dari di mana pun berada. Jadi nggak masalah," tuturnya.
Ia menambahkan, petani sebagai pelaku utama sektor pertanian tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di lahan, sehingga tidak terdampak oleh kebijakan kerja fleksibel yang diterapkan bagi ASN.
Baca juga: Mentan: Beras SPHP ukuran 2 kg dalam tahap desain kemasan
Dalam menghadapi tantangan El Nino dan dinamika geopolitik global, pemerintah juga memastikan berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.
Dengan kesiapan tersebut, Mentan optimistis sektor pertanian tetap berjalan aman dan produktif, serta didukung kondisi stok pangan khususnya komoditas beras yang melimpah mencapai 4,5 juta ton sehingga mampu menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat Indonesia.
"Udah aman, kita sudah siapkan. Jadi kalau petani tetap bergerak karena dia petani, kan bukan ASN," kata Amran.
Sebelumnya, pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan berlaku mulai 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.
"Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat yang diatur melalui surat edaran (SE) dari MenpanRB dan SE Mendagri," kata Airlangga.
Baca juga: Mentan: Ada negara minta impor pupuk urea RI saat Hormuz ditutup





