jpnn.com, BANDUNG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan memanfaatkan sejumlah lahan tidak terpakai milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pembangunan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Dua wilayah yang dilakukan pembangunan di Bandung ada di Laswi dan Kiaracondong.
BACA JUGA: Ketua DPC Peradi Jakbar: PKPA Merupakan Proses Awal Melahirkan Advokat Profesional
"Kemarin kami sudah survei di lokasi Tanah Abang ada tiga, kemudian satu lagi di Kota Tua. Kemudian, hari ini masuk ke Kota Bandung di Kiaracondong, dan Laswi," kata Maruarar di Kiaracondong, Senin (6/4/2026).
Maruarar menjelaskan, pihaknya akan membangun TOD di Laswi dan Kiaracondong untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dua kawasan tersebut nantinya akan jadi percontohan untuk lahan di daerah lain milik PT KAI.
BACA JUGA: Peradi Jakbar Persiapkan Peserta PKPA Untuk Bisa Lulus Ujian Profesi Advokat
"Saya rasa ini akan jadi contoh yang lengkap, lokasinya sangat unik, sangat strategis ya. Ini juga lahan kereta api ada 7.000 meter dan 8.000 meter, berarti 1,5 hektar ya," ujarnya.
Dia mengatakan, Kementerian PKP telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) soal rencana dan pemetaan. Bahkan, pihaknya akan segera membentuk tim untuk menciptakan konsep dasar.
"Kami akan langsung membuat tim di sini, dari kementerian, kereta api, dari sekda, kemudian Kota Bandung, kemudian juga dari balai kota untuk segera membuat satu perencanaan. Kami akan ketemu sekitar tanggal 25 bulan ini ya untuk melihat konsep dasarnya seperti apa. Konsepnya itu bagus sekali, huniannya ada fasilitasnya, bagaimana kesehatannya, tempat ibadah, parkir, dan sebagainya," jelas dia.
Terkait pembiayaan, lanjut dia, pihaknya akan menggunakan dana CSR dari perusahaan swasta maupun yayasan. Maruarar menegaskan, pembangunan tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah atau hunian dengan murah.
"Contoh kemarin ada dari Astra komitmen untuk membangun hunian rumah tersebut bersifat CSR. Bagaimana juga kami dapat dukungan dari perusahaan yayasan. Di luar itu konteksnya bisa komersial, ketiga tentu gimana buat MBR," tuturnya.
"Semua aturanya memudahkan rakyat. Pak Prabowo membuat rumah subsidi itu, DP gratis, tanah bangunan gratis buat MBR. Ini contoh Presiden Prabowo pro rakyat di bidang perumahan rakyat," lanjutnya.
Sementara itu Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pendataan aset-aset tidak terpakai yang direncanakan akan dibangun TOD. Kawasan tersebut nantinya akan dibangun fasilitas bisnis maupun fasilitas masyarakat lainnya.
"Unitnya lagi kami hitung. Kami optimalkan dulu seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri tadi, konsepnya itu Transit Oriented Development. Di mana semua itu nanti kawasan terintegrasi, nanti tanggal 25 kami paparkan. Sasaran seperti yang kami sampaikan tadi kan ya, yang namanya TOD itu kan ada kawasan bisnisnya, ada kawasan umumnya," ucap dia.(mcr27/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina



